Berita

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Tiga Ayat Al-Quran Ini Jadi Landasan Gerakan NU Abad Kedua

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 12:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan pijakan keagamaan untuk memperkuat gerakan organisasi memasuki abad kedua, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pijakan tersebut merujuk pada tiga ayat Al-Qur’an yang diungkap Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar sebagai landasan dalam menyusun gerakan dan program NU ke depan.

Hal tersebut disampaikan Kiai Miftach dalam Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin, 31 Agustus 2026.
 

 
“Dalam mengawali atau persiapan kita untuk melangkah di abad kedua Nahdlatul Ulama ini, ada tiga ayat yang merupakan dasar pijakan kita untuk mengembangkan, terutama di bidang-bidang ekonomi yang saat ini memang mayoritas masyarakat Indonesia tergolong minal fuqara’ wal masakin (kaum fakir dan miskin),” ujar Kiai Miftach.

Menurut Kiai Miftach, tiga ayat tersebut menjadi landasan besar NU di abad kedua, terutama untuk memfokuskan gerakan pada kemandirian ekonomi dan pemulihan ekologi. Landasan pertama merujuk pada Surat Al-Baqarah ayat 30 tentang manusia sebagai khalifah fil ardh atau pengelola bumi. 

“Khalifah itu artinya yang mengurus bumi, yang membuat peraturan dan tata tertib agar kehidupan menjadi teratur. Tidak boleh ada orang kaya yang menganiaya atau mendzalimi si miskin, begitu pula sebaliknya. Dengan tanzhim (pengaturan) yang teratur, terjadilah masyarakat yang tertib,” jelasnya. 

Landasan kedua merujuk pada Surat Hud ayat 61, khususnya frasa wasta’marakum fiiha, yang menurut Kiai Miftach mengandung perintah untuk memakmurkan bumi. Pemakmuran tersebut, kata dia, menuntut pengerahan potensi akal, pengetahuan, dan tindakan nyata, termasuk untuk memulihkan ekologi. 

“Termasuk menghijaukan kembali sawah ladang dan gunung-gunung yang gundul, bahkan menyiapkan persediaan pangan adalah bagian dari tugas pemakmuran bumi. Ini sunnatullah. Rakyat hanya bisa merasakan kesejahteraan jika ada upaya sekuat tenaga mengerahkan pikiran untuk menyejahterakan umat,” tegasnya. 

Adapun landasan ketiga merujuk pada Surat Adz-Dzariyat ayat 56, wa maa khalaqtul jinna wal insa illaa liya’buduun. Kiai Miftach menjelaskan bahwa huruf lam dalam ayat tersebut bermakna lam ‘aqibah atau menunjukkan akibat.

Menurutnya, seluruh aktivitas manusia dalam menjalankan tugas kekhalifahan dan membangun ekonomi harus bermuara pada nilai ibadah. 

“Jangan sampai kita melangkah dan membangun dengan megah tanpa ada nilai ibadah. Kekhilafahan mengurus bumi yang luas dan menyejahterakan rakyat tanpa pandang bulu, semuanya harus bernilai ibadah,” tambah Kiai Miftach. 

Lebih lanjut, Rais Aam PBNU menjelaskan alasan penekanan pada sektor ekonomi pada awal abad kedua NU. Ia menyoroti kondisi masyarakat yang masih berada dalam kemiskinan. 

“Tiga ayat ini menjadi dasar program di awal abad kedua ini agar Nahdlatul Ulama betul-betul sejahtera ekonominya. Sebab untuk bidang pendidikan dan kesehatan, alhamdulillah sudah ada pakarnya seperti Prof Mohammad Nuh,” tuturnya. 

Kiai Miftach berharap penguatan fondasi ekonomi yang berlandaskan ketiga ayat Al-Qur’an tersebut dapat membawa jam’iyyah NU dan seluruh warga Nahdliyin menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa pada era baru.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya