Berita

Presiden Prabowo saat menghadiri penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin, 31 Agustus 2026. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Prabowo Tegaskan Pemerintah Tak Mau Banyak Utang

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 11:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya tidak ingin terlalu banyak mengandalkan utang untuk membiayai pembangunan. Ia mengatakan pemerintah memilih mengoptimalkan efisiensi anggaran dan mengalihkan dana sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin, 31 Agustus 2026.

Prabowo mengatakan langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman.


"Inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat," kata Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah saat ini berupaya untuk tidak terlalu banyak meminjam uang dari berbagai pihak. Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang investasi untuk mendukung pembangunan.

"Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Ajak investasi boleh," ujarnya.

Menurut Prabowo, jika pemerintah harus mengambil pinjaman, maka utang tersebut harus diperoleh dengan biaya atau bunga yang serendah mungkin.

"Kalau kita pinjam uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil mungkin," tegasnya.

Prabowo kemudian mengungkapkan pemerintah sempat mendapat tawaran pinjaman beberapa bulan lalu. Namun, tawaran tersebut ditolak karena pemerintah menilai Indonesia masih mampu menjalankan program tanpa tambahan pinjaman.

"Saya kira kemarin berapa bulan yang lalu, kaget Menteri Keuangan kita ditawarin, ditawarin. Kita tolak. Terima kasih, Indonesia masih bisa tanpa pinjaman," ungkap Prabowo.

Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan strategi transformasi bangsa yang tengah dijalankan pemerintah. Prabowo mengatakan fokus utama pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengeluarkan sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia dari kemiskinan.

Prabowo mengatakan pemerintah harus berani mengambil kebijakan dengan perhitungan yang matang agar target tersebut dapat diwujudkan. Ia optimistis jutaan rakyat Indonesia dapat keluar dari kemiskinan melalui berbagai kebijakan pemerintah yang telah dijalankan.

"Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan dan kita sudah buktikan dalam dua tahun pertama kita," pungkas Prabowo.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya