Berita

Presiden Prabowo Subianto dalam acara penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin, 31 Agustus 2026. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Prabowo Singgung Koalisi dan Tutup 290 BUMN di Penutupan Muktamar NU

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 11:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto resmi menjadi warga Nahdlatul Ulama (NU) setelah menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) NU dalam acara penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin, 31 Agustus 2026.

"Saya datang (penutupan Muktamar) karena janji-janji harus dipegang. Begitu saya dapat (KTA), saya putuskan saya hadir," kata Prabowo dalam rangkaian penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan pandangannya mengenai sistem demokrasi dan pentingnya koalisi dalam mengelola negara dengan jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa.


"Kita sudah memilih demokrasi. Demokrasi adalah pilihan kita. Dan negara kita besar, kita sebesar Eropa," katanya.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar yang tidak mungkin dipimpin hanya oleh satu partai politik. Karena itu, koalisi menjadi kebutuhan dalam menjalankan pemerintahan sekaligus menjaga stabilitas.

"Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai," tegasnya.

Prabowo mengatakan pemerintahan yang dipimpinnya saat ini didukung koalisi besar yang melibatkan tujuh dari delapan partai politik yang memiliki kursi di parlemen. 

Ia menilai koalisi diperlukan untuk menciptakan pemerintahan yang stabil dan tenang. Menurutnya, stabilitas menjadi kebutuhan utama bagi negara demokrasi, terlepas dari berapa banyak partai politik yang terlibat dalam pemerintahan.

Prabowo kemudian menanggapi kritik terhadap jumlah kementerian dan kabinet pemerintahannya yang sempat disebut sebagai "kabinet gemuk".

Ia membandingkan struktur pemerintahan Indonesia dengan Timor Leste yang memiliki jumlah penduduk jauh lebih kecil. Menurutnya, jumlah anggota kabinet tidak dapat semata-mata dinilai dari jumlah penduduk tanpa melihat kebutuhan pemerintahan.

Namun, Prabowo menegaskan bahwa ukuran kabinet tidak serta-merta membuat pemerintahannya tidak efisien. Ia bahkan mengklaim pemerintahannya telah melakukan langkah efisiensi besar-besaran dalam waktu kurang dari dua tahun.

"Dalam kurang dua tahun pemerintah yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi. Kita tutup 290 BUMN," ungkap Prabowo.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan efisiensi dan memperbaiki kinerja badan usaha milik negara.

"Kita telah menghemat Rp50 triliun," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya