Berita

Direktur Utama BRI Hery Gunadi. (Foto: Tangkapan layar Zoom)

Bisnis

BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun di Semester I-2026, Tumbuh 17,5 Persen!

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 10:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat kinerja positif pada semester I-2026. Laba bersih konsolidasian BRI mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp26,53 triliun.

Direktur Utama BRI Hery Gunadi mengatakan pertumbuhan laba tersebut ditopang fundamental perseroan yang tetap sehat dan prudent, sekaligus menjaga peran dalam mendukung perekonomian rakyat.

"Memang dari sisi ini kita melihat bahwa laba Rp31,2 triliun ini adalah pertumbuhan yang sangat kuat yaitu lebih dari 17 persen. Memang kita bangun dari fundamental yang sehat tetap prudent dan tetap support untuk ekonomi rakyat dan kami terus ya optimis bahwa ke depan akan juga lebih baik," kata Hery dalam konferensi pers virtual, Senin, 31 Agustus 2026.


Dari sisi aset, BRI mencatat total aset sebesar Rp2.352 triliun atau meningkat 11,57 persen secara tahunan (yoy).

Kinerja pendapatan juga menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan bunga tercatat Rp107,92 triliun, naik 5,41 persen yoy. Di sisi lain, perseroan berhasil menekan beban bunga sebesar 5,87 persen menjadi Rp27,39 triliun.

Efisiensi tersebut turut menopang pendapatan bunga bersih dan pendapatan jasa asuransi yang secara keseluruhan meningkat 10,13 persen yoy menjadi Rp81,18 triliun hingga akhir Juni 2026.

Pada fungsi intermediasi, total kredit dan pembiayaan secara konsolidasi tumbuh 16,2 persen yoy menjadi Rp1.646 triliun. Penyaluran kredit tersebut tetap didominasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan porsi mencapai 75,1 persen, meski secara tahunan tumbuh 8,6 persen.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.581 triliun, tumbuh 6,7 persen yoy. Komposisi dana murah atau current account savings account (CASA) mencapai 67,6 persen dengan pertumbuhan 10,1 persen secara tahunan.

Pada saat yang sama, kualitas kredit BRI tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 3,15 persen. Sementara NPL net tercatat naik tipis menjadi 1,04 persen dari 0,99 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya