Berita

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Sekda Langkat Amril Dicecar KPK Soal Administrasi Jabatan Bupati

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 17:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat Tahun Anggaran 2025-2026. Tim penyidik cecar Sekretaris Daerah (Sekda) Langkat, Amril, terkait prosedur administrasi jabatan Bupati.

Pemeriksaan Amril berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Agustus 2026.

"Saksi AMR diperiksa penyidik terkait administrasi jabatan Bupati," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat, 28 Agustus 2026.


Sementara itu, Budi mengungkapkan satu saksi lain dari pihak swasta, Mohamad Zulfikar, mangkir dari panggilan tim penyidik tanpa keterangan.

Kasus ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada 2 Juli 2026 di Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kota Medan. Dalam operasi itu, petugas mengamankan tujuh orang, termasuk Bupati Langkat Syah Afandin (SAF), usai menemukan uang tunai Rp100 juta yang diduga sebagai commitment fee proyek.

Selain uang tunai, penyidik turut menyita 55 keping logam bertuliskan platinum dengan berat bervariasi dari mobil milik Syah Afandin.

Usai gelar perkara, KPK resmi menetapkan Syah Afandin (Bupati Langkat periode 2025-2030) sebagai tersangka penerima suap, serta Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB) dari pihak swasta sekaligus tim sukses Pilkada 2024 sebagai tersangka pemberi suap.

Modus Jual Beli Proyek dan Jabatan

Konstruksi perkara bermula saat Yaqub mendapatkan 80 paket proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Langkat senilai Rp9,5 miliar, serta 5 paket proyek di Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) senilai Rp748 juta melalui mekanisme Pengadaan Langsung (PL) sepanjang 2025.

Atas kemudahan tersebut, Syah Afandin diduga mematok commitment fee sebesar 10 persen untuk proyek Dinas Pendidikan dan 17 persen untuk Dinas Perkim.

Dari total kesepakatan fee sebesar Rp1,11 miliar, Yaqub telah menyetorkan Rp800 juta secara bertahap. Pada akhir Juni 2026, Syah Afandin kembali meminta setoran tambahan Rp300 juta. Namun, Yaqub baru sanggup menyerahkan Rp100 juta lewat perantara Syahrial (SYH), mantan anggota DPRD Sumut yang juga terjaring OTT.

Tak berhenti di situ, penyidik KPK juga menemukan bukti dugaan penerimaan gratifikasi oleh Syah Afandin sedikitnya mencapai Rp3,5 miliar.

Uang haram tersebut disinyalir mengalir dari praktik jual beli jabatan camat, mutasi pegawai Dinas Pendidikan, pengangkatan kepala sekolah SD/SMP, hingga proyek pengadaan seragam sekolah di Kabupaten Langkat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya