Berita

Peresmian Pekan Halal Indonesia di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Bukan Sekadar Perdagangan, Industri Halal Kini Merambah Lifestyle hingga Fintech

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 14:01 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Industri halal kini tidak lagi terbatas pada perdagangan produk, tetapi telah berkembang ke berbagai sektor, mulai dari halal living, gaya hidup, pendidikan, fashion hingga inovasi fintech.

Hal tersebut disampaikan CEO PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, dalam pembukaan Pekan Halal Indonesia (PHI) dan EduNation Festival 2026 di Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026.

“Kami menyadari bahwa industri halal kini tidak lagi sebatas perdagangan, melainkan telah meluas mencakup halal living, halal lifestyle, pendidikan, fashion hingga inovasi fintech,” kata Vibiadhi.


Menurutnya, perluasan tersebut membuat pengembangan ekosistem halal tidak bisa hanya dilihat dari sisi perdagangan. Dibutuhkan ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha, institusi pendidikan, komunitas, kementerian, lembaga hingga asosiasi.

Karena itu, PHI dan Indonesian Fest 2026 diinisiasi sebagai platform interaksi bisnis untuk mempertemukan berbagai pihak sekaligus membangun ekosistem halal yang lebih terintegrasi.

“PHI diharapkan mampu menjadi one stop solution kepada Bapak dan Ibu dan juga masyarakat untuk mendapatkan beragam produk dan layanan halal yang berkualitas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata, Masruroh. Ia menilai perkembangan gaya hidup halal berkaitan erat dengan perubahan pasar pariwisata global.

Menurutnya, wisatawan muslim kini tidak lagi dapat dipandang sebagai segmen kecil. Pertumbuhan populasi muslim dan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan yang sesuai dengan nilai agama membuat pasar tersebut semakin besar.

“Muslim turis itu bukan lagi sebagai niche market. Tapi itu sudah menjadi mainstream. Jadi kita tidak bisa melihat hanya jadi satu segmen-segmen muslim. Karena muslim market itu sudah sedemikian besar,” kata Masruroh.

Ia mengatakan kebutuhan tersebut turut mendorong perkembangan berbagai sektor dalam ekonomi Islam, seperti kosmetik halal, fashion, kuliner dan farmasi.

“Hal ini menunjukkan bahwa dalam ekonomi Islam keterkaitan antar sektor menjadi sangat penting dan perlu diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH RI), Fariza Y. Irawady, menilai besarnya populasi muslim Indonesia menjadi potensi besar bagi pengembangan ekosistem halal.

Menurutnya, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam sehingga menjadikan Indonesia sebagai pasar konsumen halal yang sangat besar.

“Tapi ada sebuah potensi besar dari ekosistem halal yang harus dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia,” kata Fariza.

Besarnya potensi pasar tersebut juga membuat pelaku usaha dari berbagai negara mulai membidik Indonesia, di antaranya Thailand, Korea Selatan dan China.

Perkembangan ini menunjukkan ekosistem halal semakin luas, tidak hanya mencakup perdagangan produk, tetapi juga layanan dan berbagai sektor pendukung.

Melalui PHI dan Indonesian Fest 2026, pelaku usaha, institusi pendidikan, komunitas, kementerian, lembaga dan asosiasi dipertemukan untuk memperluas peluang kolaborasi dalam ekosistem tersebut.

Selama tiga hari penyelenggaraan, acara ini juga menghadirkan berbagai agenda talk show dengan topik cryptocurrency secara syariah, bisnis syariah, perkembangan syariah hingga keuangan syariah.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya