Berita

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY). (Foto: Dok PKS)

Politik

Presiden PKS Harap Muktamar NU Lahirkan Kemaslahatan

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 13:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY) turut menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

AMY mengatakan, Muktamar NU memiliki arti penting bagi perjalanan umat dan bangsa Indonesia. Menurutnya, NU memiliki sejarah panjang dalam menjaga kehidupan keagamaan sekaligus keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“NU tidak lahir dalam ruang kosong. Ada sejarah panjang perjuangan para ulama dan kiai dalam membangun umat sekaligus menjaga bangsa,” ujar AMY lewat keterangan resminya, Jumat, 28 Agustus 2026.


Muktamar ke-35 NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi NU yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Muktamar kali ini mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.”

AMY secara khusus mengenang jasa Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, salah satu ulama besar yang menjadi pendiri NU sekaligus tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“KH Hasyim Asy’ari mewariskan keteladanan bahwa kecintaan kepada agama dan kecintaan kepada tanah air dapat berjalan beriringan. Beliau dan para kiai NU menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga tempat menanamkan semangat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa,” kata AMY.

Menurut AMY, sejarah perjuangan NU juga tidak dapat dilepaskan dari peran para kiai dan pesantren yang menjadi pusat pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, serta perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

“Para kiai NU telah memberikan teladan luar biasa. Mereka mendidik umat, membimbing masyarakat, sekaligus berdiri di garis depan ketika bangsa ini menghadapi ancaman,” ujarnya.

Ia menilai, semangat perjuangan tersebut tetap relevan untuk menjawab tantangan Indonesia saat ini.

“Warisan terbesar para kiai bukan hanya nama besar. Warisan itu adalah ilmu, akhlak, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa,” tutur AMY.

Karena itu, AMY berharap Muktamar ke-35 NU dapat menjadi momentum memperkuat kembali khidmah NU untuk umat dan bangsa.

“Menjaga marwah berarti menjaga amanah para ulama. Memperkaya khidmah berarti memperluas manfaat bagi masyarakat. Semoga Muktamar ini melahirkan keputusan yang semakin memperkuat peran NU dalam menjaga persatuan dan menghadirkan kemaslahatan bagi bangsa,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya