Berita

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Didik Mukrianto, saat hadir pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (Dok: Akun X Didik Mukrianto)

Politik

Muktamar NU Bukan Sekadar Pergantian Pengurus

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 09:50 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Didik Mukrianto, turut hadir dalam pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Didik menilai Muktamar NU ke-35 yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar agenda pergantian kepengurusan lima tahunan.

Menurutnya, Muktamar kali ini membawa lapisan makna historis, spiritual, dan organisatoris yang kuat. Terlebih, forum tersebut digelar di Tambakberas yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan perkembangan NU.


“Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama lebih dari sekadar pergantian pengurus lima tahunan. Forum ini membawa lapisan makna historis, spiritual, dan organisatoris yang dalam,” ujar Didik lewat akun X miliknya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia mengatakan, Muktamar ke-35 menjadi momentum bagi NU untuk kembali meneguhkan akar pendirian, menjaga marwah jam’iyah, sekaligus merumuskan peta jalan perkhidmatan memasuki fase abad kedua.

Didik berharap seluruh proses Muktamar dapat berlangsung secara sejuk, jujur, dan bermartabat. Menurutnya, proses yang baik akan menjadi teladan positif bagi perjalanan organisasi ke depan.

“Jika proses berjalan sejuk, jujur, dan bermartabat, Muktamar ke-35 akan menjadi sunnah hasanah. Jika tidak, ia berisiko menjadi preseden yang merusak kepercayaan jamaah,” katanya.

Didik menjelaskan, agenda resmi Muktamar memang mencakup pemilihan kepemimpinan periode 2026–2031, pembahasan AD/ART, bahtsul masail, hingga penyusunan peta jalan perkhidmatan.

Namun, menurutnya, substansi terpenting Muktamar bukan semata-mata siapa yang akan memimpin NU selama lima tahun mendatang. Lebih dari itu, forum tersebut harus mampu menjawab arah perjalanan NU sebagai rumah bersama.

“Makna terdalamnya terletak pada pertanyaan apakah NU tetap menjadi rumah bersama yang mengedepankan hubbul wathan minal iman, atau tereduksi menjadi perebutan kursi,” tuturnya.

Didik menilai pelaksanaan Muktamar di Tambakberas juga menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk menengok kembali semangat para *muassis* atau pendiri NU.

Menurutnya, kembali kepada semangat para pendiri bukan berarti membawa NU mundur ke masa lalu. Sebaliknya, nilai-nilai kesalehan, kebangsaan, dan khidmah yang diwariskan para pendiri harus diterjemahkan sesuai tantangan zaman.

“Muktamar ke-35 di Tambakberas adalah undangan untuk merawat warisan para pendiri di tanah yang sama tempat warisan itu tumbuh,” katanya.

Ia menambahkan, semangat tersebut perlu dibawa memasuki abad kedua NU dengan tata kelola organisasi yang lebih terlembaga, jujur, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

“Kembali ke muassis bukan berarti mundur ke masa lalu, melainkan mengambil semangat awal kesalehan, kebangsaan, dan khidmah, lalu membawanya ke abad yang baru dengan cara yang lebih terlembaga, lebih jujur, dan lebih bermanfaat bagi umat,” pungkas Didik.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya