Berita

Forum Ulama Nahdliyin (FUN) menggelar halaqah bertema Refleksi Kepemimpinan PBNU. (Foto: Dok. FUN)

Politik

Muktamar ke-35 NU

Forum Ulama Nahdliyin Soroti Fenomena Korupsi hingga Isu Zionis

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 18:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Forum Ulama Nahdliyin (FUN) telah selesai menggelar halaqah bertema Refleksi Kepemimpinan PBNU di Aula Universitas Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Rabu, 26 Agustus 2026.

Ketua FUN KH Mujib Qulyubi menegaskan, forum ini digelar sebagai bentuk otokritik dan amar ma'ruf nahi mungkar terhadap kepemimpinan PBNU saat ini.

"Mudah-mudahan sekecil apa pun ikhtiar kita lewat NU kultural ini dicatat sebagai bagian dari perjuangan," ujar Kiai Mujib dikutip pada Kamis, 27 Agustus 2026.


Sejumlah ulama yang hadir dalam halaqah tersebut melontarkan kritik keras terkait kemunduran tata kelola di tubuh pengurus pusat. Pengasuh Ponpes Wali Salatiga, KH Anis Maftuhin bahkan menyerukan agar kepemimpinan PBNU periode ini tidak dipilih kembali.

Kiai Anis menyoroti munculnya tiga fenomena "L" pada jajaran PBNU saat ini, yakni luntur keulamaannya, luntur tradisi tabayun, dan luntur ri'ayatul ummah (pengayoman umat).

"Pemimpin sekarang la qowiyyan walaa amiinan (tidak kuat dan tidak terpercaya). Jangan dipilih kembali. Muktamar hari ini terasa mencekam, tegang, dan ada pengondisian," tegas Kiai Anis.

Senada, Pengasuh Ponpes Algebra Bogor KH Khariri Makmun menilai kepengurusan PBNU periode ini diwarnai berbagai kontroversi yang mencederai marwah organisasi, mulai dari kasus hukum pengurus hingga manuver politik internasional.

"Empat bulan setelah dilantik, ada kasus korupsi Bendum PBNU Mardani Maming. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, ada agenda merusak NU lewat kolaborasi dengan narasi zionis hingga pertemuan dengan Netanyahu," papar Kiai Khariri.

Kritik tajam juga disampaikan Pengasuh Ponpes Madrasatul Quran, KH Mustain Syafi'i. Ia menyayangkan hilangnya daya kritis PBNU terhadap isu-isu kebangsaan, termasuk isu darurat korupsi dan konsesi tambang.

"Ketika NU dan Muhammadiyah dikasih izin tambang, akhirnya pimpinannya diam semua. Mari kita istighfar massal: Ya Allah, apa dosa orang NU sehingga punya pimpinan seperti sekarang," cetus Kiai Mustain.

Halaqah refleksi ini diikuti ratusan kiai pengasuh pesantren, tokoh NU, pengurus badan otonom (banom), serta warga nahdliyin yang hadir di Jombang untuk menyuarakan aspirasi menyambut Muktamar ke-35 NU.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya