Berita

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh. (Foto: Istimewa)

Politik

Kiai Ubaid Minta Presiden Larang Aparatur Negara Intervensi Muktamar NU

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 17:55 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Isu dugaan politik transaksional dan praktik money politics yang mencuat dalam pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 disorot Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh. 

Kiai Ubaid bahkan menyinggung dugaan keterlibatan sejumlah elite pemerintahan dalam upaya yang disebut-sebut berkaitan dengan pengondisian proses Muktamar NU. 

Hal tersebut disampaikan Kiai Ubaid saat membuka kegiatan Bahsul Masail di Pondok Pesantren Darussalam, Sempon, Bener, Kabupaten Semarang.


Menurutnya, seluruh pihak harus menjaga Muktamar NU agar berjalan secara independen dan bebas dari tekanan maupun intervensi kekuasaan. Ia secara khusus meminta Presiden untuk memastikan seluruh aparatur negara tidak ikut campur dalam proses Muktamar NU ke-35.

“Saya minta Presiden mengingatkan, bahkan melarang semua aparatur negara melakukan tekanan, intervensi, dan pengondisian dalam Muktamar NU, baik atas nama Istana, Presiden, atau pemerintah," kata Kiai Ubaid, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kiai Ubaid menilai campur tangan aparatur negara, jika benar terjadi, dapat mengganggu independensi organisasi dan merusak marwah Muktamar NU sebagai forum tertinggi organisasi.

Karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan etika organisasi, kebebasan memilih, serta menjaga proses Muktamar dari segala bentuk tekanan politik maupun transaksi kepentingan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya