Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Saham Teknologi Bawa Wall Street ke Zona Hijau

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali menguat didorong pulihnya saham-saham teknologi menjelang laporan keuangan Nvidia. 

Pada penutupan perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 160,24 poin atau 0,30 persen menjadi 53.577,40. S&P 500 bertambah 24,38 poin atau 0,32 persen ke level 7.677,24, sedangkan Nasdaq Composite menguat 171,11 poin atau 0,66 persen menjadi 26.151,30.

Penguatan terutama terlihat pada saham teknologi berkapitalisasi besar. Saham Nvidia naik 2,2 persen, Meta hampir 2 persen, sementara Micron Technology melonjak 2,5 persen. Indeks saham semikonduktor juga menguat 1,4 persen setelah sebelumnya anjlok 2,7 persen pada perdagangan Senin.


Saham Advanced Micro Devices (AMD) bahkan melesat 4,9 persen setelah Raymond James menaikkan rekomendasinya terhadap saham tersebut. Di sektor bioteknologi, Moderna menjadi salah satu penguat terbesar dengan lonjakan 14 persen setelah Barclays menaikkan target harga sahamnya.

Perhatian investor kini tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis pada Rabu. Hasil tersebut dipandang penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan bisnis kecerdasan buatan (AI) sekaligus menentukan apakah reli saham teknologi masih memiliki ruang untuk berlanjut.

Investor mulai mencermati besarnya belanja perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI. Jika pertumbuhan bisnis AI menunjukkan tanda-tanda melambat, kekhawatiran mengenai valuasi saham teknologi yang sudah tinggi dapat kembali menekan pasar.

Di sisi lain, tidak semua saham bergerak positif. Saham Dick's Sporting Goods anjlok 30,7 persen setelah perusahaan memangkas proyeksi kinerja tahunan. Saham Target juga turun 3,8 persen, sementara Nike melemah setelah sentimen negatif di sektor ritel dan kekhawatiran terkait strategi perusahaan.

Pergerakan Wall Street juga dipengaruhi kondisi pasar obligasi. Imbal hasil Treasury AS bertenor panjang turun seiring merosotnya harga minyak ke level terendah dalam sepekan. Investor selanjutnya menantikan sejumlah data ekonomi AS, termasuk laporan Personal Consumption Expenditures (PCE), serta pidato Ketua The Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya