Berita

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan. (Foto: YouTube BNPB)

Nusantara

Update Gempa NTT: Korban Jiwa 91 Orang, Mayoritas Lansia

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 18:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bertambah. Hingga Minggu sore, 23 Agustus 2026, total korban jiwa tercatat ada 91 orang.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan mengungkapkan, terdapat penambahan empat korban jiwa dibanding hari sebelumnya.

"Hingga pukul 18.16 WIB jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa," kata Berton dalam konferensi pers daring lewat kanal YouTube BNPB.


Rinciannya, korban jiwa di Manggarai ada 32 orang, Manggarai Timur 31 orang, Nagekeo 14 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 2 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

Dari total korban tewas, 40 orang berjenis kelamin laki-laki, 48 perempuan, serta tiga lainnya masih dalam proses identifikasi. Jika ditinjau dari kelompok umur, angka kematian didominasi oleh kelompok rentan.

"Sebanyak 39 korban meninggal merupakan lansia, 35 orang dewasa, 12 anak dan remaja, empat batita, serta satu balita," papar Berton.

Berton membeberkan bahwa tidak semua korban jiwa meregang nyawa akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa material bangunan.

"Sebanyak 51 persen korban meninggal karena dampak langsung tertimpa reruntuhan, sementara 49 persen sisanya dipicu dampak tidak langsung," jelasnya.

Luka-Luka dan Pengungsi Membludak

Selain korban tewas, bencana ini menyebabkan 1.286 warga mengalami luka-luka. Kabupaten Manggarai Timur mencatatkan korban luka terbanyak mencapai 643 orang, disusul Manggarai Barat sebanyak 504 orang.

Di sisi lain, gelombang pengungsian terus membengkak. Hingga Minggu sore, tercatat 161.084 jiwa harus bertahan di tenda-tenda darurat. Sebaran pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai (46.519 jiwa), Nagekeo (34.256 jiwa), dan Manggarai Timur (31.372 jiwa).

Atas situasi tersebut, BNPB meminta warga tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Meski begitu, masyarakat yang rumahnya dinyatakan aman atau tidak mengalami kerusakan struktural diperbolehkan kembali dari pengungsian.

"Kami imbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh isu liar yang tidak jelas kebenarannya, serta selalu memantau informasi resmi," pungkas Berton.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya