Berita

Anggota Komisi VII DPR-RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menggandeng PT Dharma Lautan Utama (DLU) dan GAPASDAP untuk memberangkatkan 12 truk bantuan kemanusiaan dari Pelabuhan Tanjung Perak (Foto: Istimewa)

Politik

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 14:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepedulian bagi ribuan penyintas gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. 

Kali ini, Anggota Komisi VII DPR-RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menggandeng PT Dharma Lautan Utama (DLU) dan GAPASDAP untuk memberangkatkan 12 truk bantuan kemanusiaan dari Pelabuhan Tanjung Perak. 

Memanfaatkan armada kapal DLU, iring-iringan logistik yang mencakup sembako, genset, hingga perlengkapan ibu dan anak ini diharapkan mampu meringankan beban lebih dari 1.000 keluarga terdampak.


Pemilihan Nagekeo sebagai sasaran utama bukan tanpa alasan. 

“Nagekeo menjadi prioritas karena informasi yang kami terima, bantuan yang masuk ke wilayah tersebut masih cukup terbatas. Karena itu, kami berupaya mengirimkan bantuan secara langsung agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” ujar BHS, dalam keterangannya dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 22 Agustus 2026.

Agar tepat sasaran, timnya telah melakukan pemetaan secara matang.  Pihaknya berkoordinasi dengan posko bencana dan masyarakat di lokasi untuk mengetahui barang apa saja yang paling dibutuhkan para penyintas.

Meskipun infrastruktur darat seperti jalan dan jembatan banyak yang rusak akibat gempa, BHS memastikan timnya akan bekerja keras di lapangan. 

Selain kebutuhan pokok, pemulihan psikologis anak-anak turut menjadi prioritas lewat donasi mainan. 

“Trauma healing harus menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Anak-anak yang mengalami atau menyaksikan bencana tentu membutuhkan pendampingan agar trauma mereka tidak berlarut-larut,” tutur BHS. 

Terkait sektor pendidikan, BHS mendesak pemerintah segera memulihkan fasilitas belajar. “Jangan sampai anak-anak terlalu lama kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan. Sekolah yang rusak harus segera didata dan dilakukan percepatan pembangunan atau perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,” tegasnya.

Ia pun berharap sinergi semua elemen masyarakat makin solid ke depannya. Saat ini, yang paling penting adalah memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi bencana. 

"Semua pihak harus bergerak bersama, baik dalam memenuhi kebutuhan dasar, memberikan pendampingan psikologis maupun mempercepat pemulihan infrastruktur dan pendidikan,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya