Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Indeks DXY Lesu, Nasib Dolar AS Kini Bergantung pada Pidato Bos The Fed

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 08:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan Dolar AS dan Indeks DXY menghadapi tekanan signifikan akibat kebijakan fiskal pemerintah Amerika Serikat (AS). 

Di pasar uang New York, Dolar AS tercatat merosot ke level terendah dalam tiga bulan terakhir terhadap Euro pada penutupan perdagangan Jumat 21 Agustus 2026 waktu setempat. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap rencana perluasan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang oleh Departemen Keuangan AS, sebuah langkah yang dinilai justru membebani mata uang.

Langkah Menteri Keuangan Scott Bessent untuk menekan lonjakan imbal hasil obligasi dinilai para analis hanya memindahkan beban kekhawatiran fiskal ke Dolar AS. Strategi tersebut dianggap belum efektif karena imbal hasil terus merangkak naik di tengah sentimen prospek fiskal yang memburuk, besarnya penerbitan obligasi, risiko geopolitik terkait Iran, serta ketidakpastian kebijakan Federal Reserve.


Dalam pergerakan di pasar valuta, Indeks DXY yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap keranjang mata uang utama terpantau stagnan dengan kenaikan sangat tipis 0,01 persen ke level 98,80. 

Kondisi tertekannya Dolar AS ini memicu penguatan berbagai aset lainnya, di mana Euro naik 0,03 persen menjadi 1,1682 Dolar AS dan Pound Sterling naik 0,15 persen menjadi 1,3649 Dolar AS. 

Aset kripto seperti Bitcoin juga melesat 6,22 persen menjadi 77.178 Dolar AS, sementara Yen Jepang menguat 0,02 persen menjadi 159,01 per Dolar AS seiring sentimen positif kenaikan inflasi domestik.

Ke depan, prospek pergerakan Dolar AS diperkirakan masih dibayangi tren penurunan. Fokus pasar kini beralih pada pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole yang dijadwalkan Jumat mendatang. 

Para analis memprediksi bahwa kegagalan The Fed dalam memberikan kepastian arah kebijakan untuk mengatasi inflasi secara kredibel akan semakin menekan nilai tukar Dolar AS.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya