Berita

Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud saat menghadiri upacara pengibaran bendera merah putih di Istana Merdeka Jakarta. (Foto: Istimewa)

Politik

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 05:17 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud dikenal sebagai ulama yang memadukan nilai keislaman, pengalaman organisasi, ekonomi syariah, hubungan antaragama, serta komitmen kebangsaan. 

Dalam kiprahnya, Kiai Marsudi menegaskan bahwa kemajuan tidak berarti meninggalkan nilai dan jati diri, melainkan menghadirkan nilai agama, kebangsaan, dan kemanusiaan untuk menjawab tantangan zaman. 

Kader Nahdlatul Ulama (NU) Amrullah mengungkapkan, pengalaman Kiai Marsudi tidak hanya berada di tingkat nasional. Karena mantan Sekretaris Jenderal PBNU itu dikenal aktif dalam berbagai forum perdamaian dan dialog antaragama internasional, termasuk menjadi pembicara di India, Filipina, Italia, Amerika Serikat, Vatikan, dan Singapura, serta sejumlah forum internasional lainnya. 


"Kiprah tersebut memperkuat perannya dalam membangun dialog lintas agama, memperkuat toleransi, dan mendorong perdamaian di tengah dinamika global," kata Amrullah, dikutip Sabtu 22 Agustus 2026.

Atas berbagai pengabdiannya, kata Amrullah, Kiai Marsudi memperoleh sejumlah penghargaan, di antaranya Global Peace Interfaith Leader Award 2014, Moslem Choice Award 2020, dan Main Cooperation Driving Figure Award 2022. 

"Dengan pengalaman di bidang keulamaan, organisasi, ekonomi syariah, hubungan antaragama, dan diplomasi perdamaian internasional, Kiai Marsudi Syuhud memiliki kapasitas untuk terus memberikan kontribusi bagi umat dan bangsa," kata Amrullah.

Ia menegaskan, dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, diperlukan kepemimpinan yang mampu menjaga keseimbangan antara nilai agama, kebangsaan, kemajuan ekonomi, dan keterbukaan terhadap dunia internasional. 

"Dari NU untuk umat. Bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Amrullah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya