Berita

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026. (Foto: Basarnas)

Politik

BNPB Didorong Audit Rantai Distribusi Bantuan Gempa NTT

SABTU, 22 AGUSTUS 2026 | 03:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi VIII DPR mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera melakukan audit terhadap rantai distribusi bantuan bagi para pengungsi korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bantuan tidak hanya tersedia di gudang atau posko, tetapi benar-benar sampai ke tangan korban yang membutuhkan. Pasalnya, sejumlah pengungsi mengaku belum tersentuh bantuan meski distribusi bantuan terus dilakukan.

"BNPB harus segera melakukan audit mata rantai distribusi untuk mempercepat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran," kata Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKB Mahdalena kepada wartawan, dikutip Jumat 21 Agustus 2026.


Mahdalena mengatakan, audit rantai distribusi diperlukan untuk memetakan secara jelas daerah dan kelompok pengungsi yang sudah maupun belum mendapatkan bantuan. 

Audit juga penting untuk mengetahui apakah bantuan yang telah disalurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan korban di masing-masing lokasi.

Menurutnya, dalam kondisi bencana, persoalan bukan hanya mengenai berapa banyak bantuan yang tersedia, tetapi juga bagaimana bantuan tersebut didistribusikan, siapa penerima akhirnya, jenis bantuan apa yang diterima, serta apakah jumlahnya mencukupi.

"Tidak boleh ada wilayah yang terlewat atau korban yang tidak terdata, sementara di tempat lain bantuan justru menumpuk," kata Mahdalena.

Mahdalena menambahkan, audit juga dapat menjadi dasar untuk mengoreksi distribusi bantuan secara cepat. Jika ditemukan wilayah yang belum mendapatkan bantuan, pemerintah dapat segera mengalihkan atau menambah pasokan sesuai kebutuhan.

"Para pengungsi sudah kehilangan banyak hal akibat bencana, jangan sampai mereka merasa harus berjuang sendirian untuk bangkit," kata Mahdalena.

Legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini memahami bahwa kondisi geografis dan sulitnya medan di sejumlah wilayah menjadi kendala dalam distribusi bantuan. Namun, menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengurangi upaya menjangkau korban.

"Pemerintah harus memastikan tidak ada pengungsi yang tertinggal hanya karena lokasi mereka jauh dari posko utama atau akses transportasinya sulit," kata Mahdalena.

Sejumlah korban gempa yang mendirikan tenda pengungsian secara mandiri di Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT.

Di lokasi tersebut warga mengaku belum mendapatkan bantuan meskipun setiap hari wilayah mereka dilewati truk-truk pengangkut bantuan. 

Sementara itu, warga di pengungsian terpusat juga menyebut bantuan yang mereka terima masih belum mencukupi kebutuhan.

"Kebutuhan kelompok khusus seperti anak-anak, perempuan, penyandang disabilitas, lanjut usia, serta ibu hamil dan menyusui juga harus mendapatkan perhatian khusus," pungkas Mahdalena.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya