Berita

Ilustrasi pemantauan di bekas lokasi gempa di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT. (Foto: Human Initiative)

Nusantara

Upaya Memulihkan Kegiatan Belajar Siswa Terdampak Gempa Flores

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 21:49 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores sepekan lalu menyisakan tantangan besar, terutama bagi dunia pendidikan.

Data terbaru dari BNPB menunjukkan dampak yang cukup luas, di mana sebanyak 1.378 sekolah di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat guncangan. Kerusakan fisik ini tentu mengganggu ritme kehidupan ribuan warga sekolah.

Berdasarkan laporan, terdapat 5.521 ruang kelas yang mengalami kerusakan serta 502 unit bangunan fasilitas sekolah yang masuk dalam kategori rusak berat.


Di balik angka-angka tersebut, terdapat 177.678 siswa dan 21.166 guru serta tenaga kependidikan yang kini harus beradaptasi dengan kondisi darurat ini.

Pemerintah bersama pihak terkait bergerak cepat untuk memastikan keberlangsungan pendidikan tetap terjaga meski dalam keterbatasan.

Langkah mitigasi darurat telah diterapkan sesuai kondisi lapangan: sebanyak 923 sekolah terpaksa memberlakukan libur sementara demi keselamatan, 35 sekolah mulai memanfaatkan ruang darurat untuk proses pembelajaran, dan 171 sekolah beralih menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Saat ini, hanya 30 sekolah yang dilaporkan masih mampu menjalankan aktivitas kegiatan belajar mengajar secara normal.

Meskipun tantangan di lapangan sangat berat, komitmen untuk memulihkan sarana pendidikan menjadi prioritas utama.

Progres pendataan kerusakan yang telah mencapai 92 persen menjadi langkah krusial agar proses rehabilitasi fisik dapat segera dilaksanakan.

Upaya kolektif ini diharapkan dapat segera mengembalikan rasa aman dan semangat belajar para siswa di Flores, mengingat pendidikan adalah hak setiap anak yang tidak boleh terputus, bahkan dalam situasi bencana sekalipun.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya