Berita

(Foto: Dok. BRI)

Bisnis

Presiden Prabowo Ungkap Potensi Bank Emas

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 19:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden Prabowo Subianto menegaskan besarnya potensi Bank Emas Indonesia sebagai salah satu instrumen strategis untuk mengoptimalkan kekayaan nasional. 

Hal tersebut diungkapkan Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat 14 Agustus 2026.

Presiden Prabowo menekankan bahwa keberadaan Bank Emas menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan komoditas emas Indonesia tidak hanya ditambang di dalam negeri, tetapi juga disimpan, diperdagangkan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. 


Hal tersebut sejalan dengan langkah Danantara melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama Holding Ultra Mikro (UMi) dalam membangun ekosistem keuangan yang semakin terintegrasi. 

Melalui PT Pegadaian yang menjadi bagian dari Holding UMi, BRI Group terus memperkuat ekosistem emas nasional dari hulu hingga hilir.

Hingga saat ini,  kelolaan ekosistem emas dalam Holding Ultra Mikro telah mencapai 153 ton yang terdiri dari deposito emas, gadai emas, tabungan emas, cicilan emas, pinjaman modal kerja emas, bullion trading serta jasa titipan emas korporasi. 

Hal tersebut mencerminkan semakin besarnya peran emas sebagai instrumen investasi, penyimpan nilai, sekaligus bagian dari ekosistem pembiayaan masyarakat.

Group CEO BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa pengembangan ekosistem emas melalui Pegadaian menjadi salah satu bentuk konkret sinergi Holding Ultra Mikro dalam mendukung agenda pemerintah untuk mengoptimalkan potensi kekayaan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

“Dengan kelolaan ekosistem emas yang telah mencapai 153 ton, kami melihat ruang pertumbuhannya masih sangat besar ke depan,” ujar Hery dalam keterangannya, Jumat 21 Agustus 2026.

Penguatan ekosistem emas juga menjadi bagian dari evolusi Holding Ultra Mikro setelah hampir lima tahun mengintegrasikan kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM dalam melayani segmen mikro dan ultra mikro.

Jika pada tahap awal Holding UMi berfokus pada perluasan akses pembiayaan dan inklusi keuangan, pengembangan ekosistem kini diarahkan semakin luas untuk membantu masyarakat membangun aset dan meningkatkan kapasitas finansial secara berkelanjutan.

“Holding Ultra Mikro terbukti tidak hanya untuk memperluas akses pembiayaan, tetapi juga membantu masyarakat membangun aset. Ini merupakan tahapan penting dalam proses pemberdayaan, dari memperoleh akses layanan keuangan, mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, hingga pada akhirnya mampu mengakumulasi aset dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Hery.

Ke depan, BRI bersama Pegadaian dan PNM dalam Ekosistem Ultra Mikro akan terus memperkuat integrasi ekosistem, memperluas akses layanan, serta mengembangkan inovasi untuk menjadikan emas sebagai salah satu instrumen yang mampu mendorong inklusi sekaligus pendalaman sektor keuangan nasional.

“Indonesia memiliki potensi emas yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikelola dalam ekosistem yang terintegrasi sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas Hery.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya