Berita

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: istimewa)

Politik

Peralatan Penanganan Karhutla Harus Ditambah

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 13:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah seharusnya memberikan apresiasi kepada para relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebab peran relawan di lapangan perlu dihargai, terutama mereka yang bekerja secara sukarela tanpa mengharapkan publikasi.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Slamet. Menurutnya, komunikasi pejabat kepada para relawan juga perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kerja keras mereka di lapangan.

Ia menilai pernyataan mengenai kondisi kebakaran perlu disampaikan secara hati-hati dan sesuai dengan situasi di lapangan. Menurutnya, ketika masih terdapat relawan yang bekerja melakukan pemadaman, pernyataan bahwa kondisi telah terkendali perlu mempertimbangkan fakta yang terjadi di lapangan.


Selain persoalan komunikasi publik, Slamet menyoroti keterbatasan peralatan pemadaman yang menurutnya masih berulang setiap tahun. Ia meminta pemerintah memberikan kepastian mengenai wilayah yang akan mendapatkan tambahan peralatan, sehingga persoalan kekurangan sarana dapat dikurangi pada tahun berikutnya.

“Setiap tahun ini masalah ini kan terus berulang. Hanya sederhana, kurang peralatan. Sementara anggarannya kan terus ada, setiap tahun ada,” katanya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Karena itu, Slamet meminta pemerintah menjelaskan secara konkret wilayah mana yang akan menjadi prioritas penambahan peralatan serta jenis peralatan yang akan disediakan.

“Tahun ini kita ingin mendapatkan kepastian di wilayah mana yang ditambah alatnya apa. Sehingga tahun depan paling tidak masalahnya tidak berulang, atau sudah berkurang,” ujarnya.

Menurut Slamet, kepastian alokasi peralatan penting agar dukungan anggaran yang tersedia dapat diterjemahkan menjadi kesiapan penanganan karhutla yang lebih baik di lapangan.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya