Tourism Malaysia dan TransNusa kembali memperkuat kolaborasi untuk memperkenalkan beragam destinasi wisata Malaysia kepada masyarakat Indonesia.
Memasuki tahun ketiga kerja sama, keduanya menggelar Famtrip Malaysia 2026 dengan mengajak sejumlah media dan Key Opinion Leaders (KOL) Indonesia mengeksplorasi Penang, Perlis, hingga Langkawi.
Mengusung konsep short getaway, perjalanan selama empat hari tiga malam pada 18-21 Agustus 2026 itu menghadirkan beragam pengalaman wisata, mulai dari alam, budaya, petualangan, wellness, hingga kuliner.
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, mengatakan kegiatan Famtrip tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan beragam pengalaman wisata di Malaysia yang dapat dinikmati dalam perjalanan singkat.
"Dari warisan budaya dan kuliner Penang, keunikan Perlis, hingga alam dan petualangan di Langkawi, kami berharap pengalaman langsung ini dapat menginspirasi lebih banyak wisatawan Indonesia untuk memilih Malaysia sebagai destinasi short getaway," jelasnya, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.
Sementara itu, CEO Grup TransNusa, Bapak Bernard Francis, menyebut konektivitas sebagai faktor penting dalam menunjang perjalanan wisata.
Dia berharap kolaborasi dengan Tourism Malaysia dapat mendorong semakin banyak wisatawan Indonesia menjelajahi Malaysia dengan perjalanan yang mudah dan nyaman.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat semakin mendorong minat wisatawan untuk mengeksplorasi berbagai destinasi di Malaysia melalui konektivitas TransNusa," kata Bernard.
Melalui Famtrip Malaysia 2026, peserta diajak mengenal sejumlah destinasi Malaysia yang dapat dijangkau dalam waktu relatif singkat dari Indonesia.
Berdasarkan pantauan
RMOL, rombongan tiba di Penang sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung memulai eksplorasi dari kawasan George Town.
Destinasi pertama yang disambangi yakni Penang Esplanade atau Padang Kota Lama, kawasan pejalan kaki di tepi laut yang menjadi salah satu titik bersejarah sekaligus merepresentasikan warisan kolonial Inggris dan identitas budaya Penang.
Di dekat kawasan tersebut berdiri kokoh Benteng Cornwallis, yang juga dihiasi patung perunggu Kapten Francis Light, seorang perwira angkatan laut Inggris yang dikenal sebagai pendiri koloni Inggris di Penang pada 1786.
Eksplorasi kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Street Harmony atau Jalan Harmoni. Kawasan ini menjadi gambaran nyata keberagaman George Town karena sejumlah rumah ibadah dari berbagai agama berdiri berdampingan dalam satu kawasan.
Peserta Famtrip Malaysia 2026 berkesempatan mengunjungi St. George’s Anglican Church, Goddess of Mercy Temple (Kuan Yin Teng), Sri Mahamariamman Temple, Kapitan Keling Mosque, hingga Masjid Melayu Acheh Street.
Tak hanya menikmati kekayaan budaya, peserta juga diajak mencicipi ragam kuliner khas Penang. Salah satunya Hameed Pata Mee Sotong dengan cita rasa bumbu yang kuat. Rombongan kemudian menikmati pengalaman bersantap tradisional di Muthu Banana Leaf Restaurant, dengan sajian makanan yang dihidangkan langsung di atas daun pisang, mulai dari nasi, aneka kari, sayuran, hingga lauk seperti Kepiting Masala, Kari Kambing, dan Ayam Pedas.
Perjalanan di Penang berlanjut ke Bertam Resort & Water Park di Kepala Batas. Resor bintang lima yang terinspirasi dari arsitektur Maroko tersebut menawarkan suasana khas dengan bangunan bergaya Moorish yang penuh warna, fasilitas rekreasi yang lengkap, serta water park yang menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan dan keluarga.
Memasuki Rabu, 19 Agustus 2026, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Perlis, negeri terkecil di Malaysia. Di sini, peserta mengunjungi Kangar Street Art, sebuah ruang kreatif yang mengubah lorong belakang kota menjadi galeri terbuka.
Beragam mural dan lukisan dengan efek tiga dimensi menghiasi kawasan tersebut, sekaligus mengangkat cerita mengenai warisan, budaya, dan identitas masyarakat setempat.
Sebelum bertolak ke Langkawi menggunakan feri dari Kuala Perlis, rombongan terlebih dahulu menikmati makan siang di Restoran Anjung Keli yang menyajikan beragam hidangan Melayu tradisional, termasuk ikan keli atau lele sebagai menu andalan.
Perjalanan laut menuju Langkawi ditempuh sekitar satu jam. Setibanya di pulau tersebut, rombongan langsung menuju dermaga untuk mengikuti Premium Sunset Cruise.
Dengan kapal katamaran yang luas, peserta menikmati panorama Kepulauan Langkawi dan matahari terbenam di Laut Andaman, sembari menikmati makan malam prasmanan dan berbagai aktivitas di atas kapal.
Selama berada di Langkawi, rombongan menginap di The RIYAZ Lavanya Langkawi yang menawarkan panorama Laut Andaman serta salah satu kolam renang atap tertinggi di Langkawi.
Eksplorasi Langkawi berlanjut pada Kamis, 20 Agustus 2026 dengan menaiki Langkawi SkyCab menuju puncak Gunung Machinchang dengan ketinggian mencapai 708 meter di atas permukaan laut.
Dari atas kereta gantung, peserta disuguhi panorama hutan hujan tropis, Air Terjun Tujuh Telaga, hingga gugusan pulau di Laut Andaman.
Setelah menikmati makan siang dengan sajian Melayu autentik di Mak Ngah Gulai Panas, perjalanan diteruskan dengan Island Hopping menggunakan Jet Car menuju sejumlah destinasi, termasuk Pulau Dayang Bunting dan Pulau Singa Besir.
Rangkaian perjalanan kemudian ditutup dengan menikmati kuliner laut di Orkid Ria sebelum menjelajahi Dream Forest Langkawi, atraksi wisata malam imersif pertama di Malaysia yang memadukan keindahan alam hutan hujan tropis dengan teknologi modern seperti projection mapping, instalasi lampu spektakuler, efek suara, dan musik.