Berita

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

JUMAT, 21 AGUSTUS 2026 | 09:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terpenuhi selama masa pemulihan. 

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah bergerak cepat memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana tetap tersedia. 

Langkah tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar warga terdampak memperoleh dukungan yang dibutuhkan di lapangan.


“Yang jelas, tidak boleh ada yang tidak kebagian bantuan atau kelaparan. Itu tidak boleh. Apa pun caranya, transportasi darat, laut, udara, kita lakukan semua,” kata Amran, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026. 

Amran yang juga merupakan Menteri Pertanian itu menegaskan, stok beras yang tersedia di NTT mencapai sekitar 39.000 ton. Sementara itu, kebutuhan beras bagi sekitar 34.600 pengungsi diperkirakan hanya sekitar 300 ton per bulan.

“Intinya tidak akan kekurangan beras. Kalau beras, tanggung jawab saya,” kata dia.

Untuk memastikan distribusi berjalan cepat, Amran meminta posko dan tim Bapanas di daerah tidak menunggu proses administrasi dari pusat apabila kebutuhan di lapangan sudah mendesak. 

Penyaluran bantuan harus disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak.

“Kapan saja butuh, enggak masalah. Jadi jangan menunggu bulan. Tiba-tiba sudah habis. Tim kami 24 jam di posko,” tegas Amran.

Hingga saat ini, pemerintah telah mengirimkan sekitar 6.000 ton beras untuk masyarakat terdampak bencana di NTT. 

Khusus Kabupaten Manggarai, sebanyak 15 ton beras kembali disalurkan pada Kamis, 20 Agustus 2026 dengan jumlah bantuan akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya