Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dok. Kemhan)
Langkah nyata ditunjukkan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dengan menyambangi warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menhan Sjafrie datang langsung melintasi tenda pengungsian hingga tengah malam demi berdialog, menyerap keluhan, serta mendengarkan kisah haru para korban di lapangan.
Aksi blusukan hingga larut malam ini menjadi bukti konkret sinergitas dan rasa solidaritas mendalam pemerintah terhadap warga. Kehadiran Menhan di tengah situasi darurat menegaskan pesan kuat bahwa negara hadir dan masyarakat terdampak tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit pascabencana.
Dalam peninjauan tersebut, Menhan Sjafrie menegaskan komitmennya untuk melihat secara langsung kondisi riil warga dan tingkat kerusakan infrastruktur di daerah terdampak.
Pemetaan lapangan secara presisi ini dinilai krusial sebagai pijakan pemerintah dalam menyalurkan bantuan yang tepat sasaran serta merumuskan langkah penanganan bencana yang cepat dan efektif.
Tidak hanya membawa misi kementerian, Menhan Sjafrie hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto untuk menemui warga secara bertatap muka. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa dan pesan duka mendalam dari Presiden Prabowo atas musibah berat yang menimpa masyarakat NTT.
"Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, kebutuhan mendesak di lapangan, serta memastikan dukungan TNI dan bantuan pemerintah dapat menjangkau wilayah terdampak secara cepat dan tepat sasaran," tulis keterangan resmi Kemenhan dikutip Rabu, 19 Agustus 2026.
Kedatangan Menhan Sjafrie ini melengkapi misi kemanusiaan pemerintah yang digulirkan sejak awal pekan. Usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026, Sjafrie langsung lepas landas menuju NTT menggunakan pesawat A400M milik TNI AU.
Dalam penerbangan tersebut, Kemhan mendistribusikan sedikitnya 20 ton bantuan logistik darurat. Pasokan bantuan mencakup 25 set tenda pengungsi, 484 unit
velbed, 101 matras, 1.480 selimut, 35 kelambu lapangan, 15 unit perangkat internet satelit Starlink, hingga dua unit mesin pemurni air bersih (
Reverse Osmosis).
Selain itu, Kemhan juga menyalurkan 700 paket makanan siap saji, 500 dus susu cair, 10 set
solar cell, 18 koli obat-obatan, serta kebutuhan krusial balita dan wanita seperti bubur bayi, popok, dan pembalut.