Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Menguat Beragam

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 08:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Asia bergerak beragam pada pembukaan perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 2 persen. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh saham perusahaan semikonduktor besar, Samsung Electronics dan SK Hynix. Saham Samsung Electronics menguat sekitar 3 persen, sedangkan SK Hynix melonjak 5 persen.

Pergerakan positif saham-saham chip membantu mengangkat Kospi di tengah kondisi pasar Asia yang secara umum masih berhati-hati. Sebelumnya, saham Korea Selatan juga mendapat dukungan dari optimisme terhadap permintaan chip memori yang berkaitan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).


Sebaliknya, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,9 persen pada awal perdagangan. Indeks Topix juga melemah 0,28 persen. Penurunan bursa Jepang terjadi ketika investor mencermati tekanan dari Wall Street serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak relatif datar pada pembukaan perdagangan.

Sentimen pasar Asia juga dipengaruhi perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Berakhirnya gencatan senjata serta meningkatnya ketegangan antara kedua negara mendorong harga minyak naik dan membuat investor lebih waspada terhadap risiko gangguan pasokan energi. Harga minyak Brent bahkan sempat menembus 91 Dolar AS per barel pada perdagangan Asia.

Kondisi tersebut membuat pergerakan bursa Asia cenderung beragam. Investor kini tidak hanya mencermati kinerja perusahaan dan prospek sektor teknologi, tetapi juga perkembangan konflik AS-Iran yang berpotensi memengaruhi harga minyak, inflasi, dan kondisi ekonomi global.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya