Berita

Massa aksi BEM UI, di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Jumat, 12 Juni 2026. (Foto: RMOL)

Politik

Soal Aksi BEM UI, Masyarakat Diminta Tidak Terpancing Provokasi dan Disinformasi

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 18:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Rencana aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dinilai perlu dipertimbangkan kembali agar tidak merusak ketertiban umum dan suasana Bulan Kemerdekaan. Aksi massa yang diwarnai provokasi, disinformasi, hingga potensi anarkisme dinilai berpotensi merusak iklim demokrasi.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengingatkan, masyarakat dan mahasiswa agar tidak mudah terhasut oleh narasi yang beredar di media sosial.

Dudung menyoroti maraknya pemanfaatan video-video lama yang diunggah ulang dengan narasi menyesatkan seolah-olah menggambarkan aksi demonstrasi terbaru.


"Itulah cara disinformasi bekerja. Sebuah penyesatan informasi yang belakangan makin menjadi penyakit di ruang-ruang digital," ujar Dudung dikutip Senin, 17 Agustus 2026.

Berdasarkan analisis Monash University Indonesia, salah satu video yang beredar merupakan dokumentasi aksi di kawasan Bundaran HI pada 12 Juni 2026, bukan peristiwa mutakhir. Menurut mantan KSAD ini, rekayasa informasi semacam itu disengaja untuk membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat.

"Bukan itu saja, dapat menyebabkan masyarakat resah dan takut, padahal kondisi politik dan keamanan baik-baik saja, alias terkendali," tegas Dudung.

Senada dengan itu, pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai dinamika gerakan massa belakangan ini perlu dicermati karena mengarah pada agenda politik yang terorganisir.

Wawan menyinggung fakta ditemukannya peserta aksi yang terlibat karena imbalan materi sebagai bukti adanya penunggang politik di balik demonstrasi.

"Pengakuan Presiden yang menemukan fakta sebagian peserta aksi mengikuti demonstrasi karena mendapat bayaran merupakan bukti bahwa terdapat aksi massa yang bermuatan politis, dan merupakan bagian dari upaya subversi guna mendegradasi citra positif Pemerintah," jelas Wawan.

Ia menambahkan, pemerintah telah mengantongi pemetaan terkait aktor maupun pola gerakan yang dimainkan dalam aksi-aksi tersebut.

"Sangat wajar jika beliau juga sudah memiliki strategi problem solving guna mengeliminasi ancaman terkait," tambahnya.

Di tengah peringatan HUT RI, Wawan mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap memelihara persatuan dan menyalurkan aspirasi secara damai.

"Ajakan kepada seluruh komponen bangsa untuk kompak merupakan sinyalemen bahwa Presiden Prabowo membuka pintu untuk sinergitas dan penyamaan persepsi di dalam membangun bangsa," pungkas Wawan.

BEM UI direncanakan menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2026. Aksi ini dikonfirmasi Ketua BEM UI Yatalathof Imawan yang menyebut akan memulai aksi pada pukul 13.00 WIB.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya