Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: TV Parlemen)

Politik

Adopsi Standar Dunia, Bursa Karbon RI Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Hijau

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 15:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah memberlakukan sistem registrasi unit karbon sekaligus mendirikan bursa nilai ekonomi karbon sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi hijau di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.

Prabowo mengatakan bursa karbon telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon yang berlaku secara global.


“Sistem registrasi unit karbon untuk pertama kali kita berlakukan di Indonesia. Dan bursa nilai ekonomi karbon telah kita dirikan dan telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon dunia,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, upaya menjaga hutan, termasuk hutan lindung, turut berkontribusi dalam menekan emisi karbon Indonesia. 

Atas kontribusi tersebut, negara-negara dengan tingkat emisi besar dapat memberikan kompensasi kepada Indonesia melalui skema ekonomi karbon.

"Hutan yang kita jaga, hutan lindung, semua hutan artinya emisi karbon kita kurangi. Untuk itu bangsa-bangsa yang keluarkan emisi yang besar dia bersedia bayar kita. Inilah ekonomi hijau harus memberi manfaat kepada rakyat kita," jelas Prabowo.

Ia menegaskan setiap program pembangunan pemerintah harus mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, termasuk melalui pengembangan ekonomi hijau.

"Kita bangun tapi harus menciptakan nilai tambah bagi rakyat kita," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya