Berita

Menteri Hukum dan HAM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Denny Indrayana. (Foto: Tangkapan Layar)

Politik

Denny Indrayana: Pengkritik Bukan Musuh, Pemuja Belum Tentu Kawan

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 13:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai istilah “londo ireng” yang masih ada hingga saat ini menuai perhatian. Prabowo sebelumnya menyinggung adanya pihak-pihak yang dinilai lebih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain dan bersembunyi di balik identitas atau profesi tertentu.

Dalam pidatonya pada puncak Harlah ke-28 PKB, Prabowo menegaskan pemerintah tidak antikritik. Namun, ia mengingatkan adanya pihak yang menurutnya menggunakan berbagai profesi sebagai “baju”, termasuk wartawan, jurnalis, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Hukum dan HAM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Denny Indrayana, mengingatkan agar pemerintah tidak keliru dalam memandang kritik.


Menurut Denny, menganggap kritik sebagai ancaman atau musuh merupakan pendekatan yang berbahaya. Sebaliknya, kritik seharusnya ditempatkan sebagai bagian penting dalam menjaga jalannya pemerintahan.

“Bagi saya berbahaya ketika Presiden menganggap kritik itu adalah musuh, mengkritik itu ada lawan. Itu betul-betul salah konsep. Pengkritik itu harusnya dianggap kawan,” ujar Denny di kanal Youtube Bambang Widjojanto, Selasa, 11 Agustus 2026.

Denny menilai kritik justru dapat menjadi instrumen untuk mengoreksi kebijakan pemerintah. Karena itu, ia mengingatkan agar kritik tidak disamakan dengan sikap permusuhan.

Menurutnya, dukungan atau pujian terhadap pemerintah juga tidak otomatis menunjukkan seseorang benar-benar menjadi loyal. Ia bahkan mengingatkan bahwa pihak yang terus memuji pemerintah belum tentu memberikan masukan yang konstruktif.

“Pemuja itu belum tentu kawan. Jadi terbolak-balik,” tegasnya.

Denny khawatir cara pandang yang membalik posisi antara pengkritik dan pemuja tersebut dapat berdampak buruk terhadap kehidupan demokrasi.

“Khawatir saya dengan pendekatan-pendekatan yang begini terbolak-balik,” pungkasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya