Berita

Menteri Kehutanan Raja Antoni dalam acara HKAN 2026 di Taman Wisata Alam (TWA) Muara Angke. (Foto: Kemenhut)

Politik

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

SELASA, 11 AGUSTUS 2026 | 09:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah memperkuat upaya pemulihan hutan dan ekosistem yang mengalami kerusakan melalui Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.

Peluncuran dilakukan Menteri Kehutanan Raja Antoni dalam acara HKAN 2026 di Taman Wisata Alam (TWA) Muara Angke, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Dia mengatakan kondisi ekosistem yang dihadapi Indonesia membutuhkan langkah serius dan tidak bisa hanya mengandalkan pola penanganan yang sama seperti sebelumnya.


“Hari ini saya launching Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak Dalam Rangka Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2026,” kata Menhut.

HKAN 2026 ini mengusung tema ‘Kerja Bersama Merawat Alam’. Menhut Raja Antoni menyebut gerakan ini membuktikan bahwa restorasi ekosistem perlu dilakukan secara serius.

“Saya kira momentum itu menjadi tepat dengan tema yang tadi ditawarkan. Sama-sama bahwa sekarang kita mulai bergerak untuk melakukan pemulihan ekosistem, gerakan pemulihan ekosistem. Bahwa kita sekarang memang harus beranjak secara serius untuk melakukan restorasi ekosistem,” bebernya.

Pemerintah menyadari adanya keterbatasan, baik dari sisi pendanaan maupun sumber daya. Karena itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung proses restorasi hutan.

Di samping itu, Raja Antoni juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan ekologi. Dia mengingatkan konservasi harus tetap memiliki semangat untuk mengerem kerusakan hutan yang berlebihan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya