Berita

Konsolidasi dan Rapat Teknis Team Task Force Partai Hanura DPC Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara di Hotel Le Polonia, Medan, Sumatera Utara, Senin 10 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Task Force Hanura Targetkan Konsolidasi Organisasi Rampung September 2026

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 21:06 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Konsolidasi struktur organisasi Partai Hanura dalam persiapan menuju Pemilu 2029 di seluruh Indonesia, ditargetkan rampung pada September 2026.

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella mengatakan, konsolidasi organisasi dilakukan lebih awal agar partai memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan strategi pemenangan Pemilu 2029.

"Task Force sudah membuat jadwal untuk bekerja cepat. Pada akhir September semua diharapkan selesai," kata Rio dalam acara Konsolidasi dan Rapat Teknis Team Task Force DPC Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara di Hotel Le Polonia, Medan, Sumatera Utara, Senin 10 Agustus 2026.


Menurut Rio, setelah konsolidasi struktur organisasi selesai, Hanura tidak lagi berfokus pada pembenahan internal. Partai akan mulai memetakan daerah pemilihan (dapil), termasuk menentukan figur yang berpotensi maju sebagai calon anggota legislatif.

"Kami akan melakukan survei di daerah pemilihan sehingga nanti kami menempatkan calegnya memang dikenal di dapil itu, caleg yang menguasai dapilnya dan caleg yang siap bertarung pada Pemilu 2029," ujarnya.

Rio mengatakan, Hanura menargetkan seluruh persoalan konsolidasi organisasi dapat diselesaikan pada 2026. Dengan demikian, pada 2027 struktur partai ditargetkan sudah siap sepenuhnya untuk bergerak di setiap dapil.

"2027 struktur sudah siap 100 persen sehingga kami sudah keluar dari sarangnya untuk bergerak di setiap dapil pemilihan, baik DPR RI maupun DPRD provinsi, kabupaten/kota," tuturnya.

Dalam proses konsolidasi, Task Force juga menyiapkan sanksi bagi pengurus yang dinilai tidak mampu menjalankan agenda partai sesuai target. 

Rio mencontohkan dua Ketua DPC, yakni DPC Pandeglang dan DPC Kota Serang, telah diberhentikan karena berjalan lambat.

"Ibarat di jalan tol kita mau cepat, ada satu mobil lambat, itu bisa mengakibatkan yang lain celaka. Daripada dia mengakibatkan provinsi lain atau kabupaten lain celaka, ya kita berhentikan," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya