Berita

Presiden Prabowo Subianto, (Foto: Setpres)

Politik

Prabowo Puas Kabinetnya Oke tapi Kepuasan Publik Justru Menurun

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 17:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto memiliki hak prerogatif untuk membanggakan serta memberikan apresiasi terhadap kabinet yang ia pimpin sendiri.

Hal ini disampaikan pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa, merespons pernyataan Prabowo yang memberikan rapor "oke" kepada kinerja kabinetnya menjelang dua tahun pemerintahannya. 

"Ya boleh saja, kan Pak Prabowo itu Presidennya. Dia yang pegang kendali di pemerintahan dan wajar kalau dia mengapresiasi kinerja kabinetnya sendiri, ya kan?," kata Hensa kepada wartawan, Senin, 10 Agustus 2026.


Meskipun Prabowo sangat percaya diri dengan capaian pemerintahannya, Hensa menyoroti bahwa kepuasan publik terhadap pemerintah saat ini sedang menurun.

Beberapa hasil survei yang sudah keluar, menurutnya, harus menjadi alarm bagi Prabowo dan pemerintahannya agar memperhatikan kembali kinerja para kabinetnya secara objektif di lapangan.

"Kalau saya lihat, tren kepuasan publik terhadap pemerintah itu justru sedang menurun tajam, sementara persentase ketidakpuasan di akar rumput merangkak naik, jadi ini menurut saya justru alarm bagi pemerintahan sekarang," kata Hensa.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini mengingatkan agar Presiden berhati-hati terhadap budaya "Asal Bapak Senang" (ABS) di lingkungan Istana. Ia menekankan perlunya kroscek antara laporan menteri dengan realitas yang terjadi di masyarakat.

"Maka dari itu, kalau saya melihat pak Prabowo perlu lebih rinci dalam mengecek laporan-laporan dari para menteri. Jangan sampai angka-angka makro yang diklaim berhasil di atas kertas justru berbeda dengan realitas daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat di bawah," ujar Hensa.

Lebih lanjut, Hensa juga menanggapi pujian dari elite partai koalisi terkait capaian pemerintah, seperti peningkatan pendapatan Danantara hingga kemampuan menahan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, respons positif dari koalisi merupakan hal yang normatif.

"Kalau elite koalisi memuji, itu hal yang wajar kan dia bagian dari pemerintah. Namun, legitimasi kesuksesan pemerintahan yang sesungguhnya tidak diukur dari apresiasi elite politik, melainkan dari tingkat kepuasan rakyat," tegasnya.

Ia pun berpesan bahwa ujian yang sebenarnya bagi pemerintahan Prabowo saat ini adalah merespons aspirasi publik yang belum merasa puas.

"Intinya, sah-sah saja Pak Prabowo merasa kinerja kabinetnya sudah memuaskan. Tapi ujian sebenarnya kepemimpinan Pak Prabowo bukan seberapa bagus presentasi di atas podium, melainkan seberapa cepat beliau sadar dan membereskan keluhan dari jutaan rakyat yang saat ini mulai berteriak tidak puas," pungkas Hensa.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya