Berita

Representative Image (Foto; X)

Dunia

Topan Dolphin Terjang Pantai Timur China, 1 Juta Warga Dievakuasi

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 15:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Topan Dolphin menerjang pesisir timur China membawa hujan deras dan angin kencang yang memicu ancaman banjir serta tanah longsor. 

Mengutip laporan Otoritas meteorologi China, Senin, 10 Agustus 2026, Dolphin mendarat di dekat Yuhuan, Provinsi Zhejiang, pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 17.30 waktu setempat. 

Saat mencapai daratan, badai memiliki kecepatan angin maksimum berkelanjutan 42 meter per detik atau sekitar 151 kilometer per jam di dekat pusatnya, setara dengan badai Kategori 1 dalam skala Saffir-Simpson.


Sebelum menghantam China, Dolphin terlebih dahulu menerjang Prefektur Okinawa, Jepang bagian selatan. 

Sedikitnya enam orang terluka dan lebih dari 50.000 bangunan mengalami pemadaman listrik akibat badai tersebut.

Hujan deras diperkirakan terus mengguyur Zhejiang, Shanghai, Fujian utara, Jiangxi timur laut, Anhui bagian tengah dan selatan, serta sebagian besar wilayah Jiangsu hingga 10 Agustus. 

Sejumlah kawasan di Zhejiang tengah dan timur bahkan berpotensi menerima curah hujan 250-500 milimeter.

Kepala Prakiraan Pusat Meteorologi Nasional China, Wang Haiping, mengatakan bahwa Dolphin diperkirakan bergerak ke arah barat setelah mendarat, sebelum melambat di wilayah China tengah dan barat daya serta secara bertahap kehilangan kekuatan.

Namun, perlambatan tersebut justru dikhawatirkan memperpanjang periode hujan lebat dan meningkatkan risiko banjir serta tanah longsor, terutama di kawasan pegunungan dan sepanjang sungai-sungai kecil. Lebih dari 1 juta warga telah dievakuasi dari tempat tinggal mereka sebagai langkah mitigasi.

Di Shanghai, sedikitnya 30.300 orang dievakuasi dan sekitar 1.500 penerbangan dibatalkan. Sementara di Zhejiang, Kota Wenzhou memindahkan lebih dari 900.000 warga serta membuka lebih dari 1.000 tempat penampungan darurat. 

Otoritas juga menghentikan sejumlah aktivitas maritim dan konstruksi untuk menekan risiko korban akibat terjangan Topan Dolphin.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya