Berita

Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Bahlil Masuk Tiga Besar Menteri Berkinerja Positif, Popularitas Ikut Terdongkrak

SENIN, 10 AGUSTUS 2026 | 12:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia masuk tiga besar menteri dengan penilaian kinerja paling positif berdasarkan survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO).

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah mengatakan, publik tentu bertanya-tanya tentang posisi terbaik yang diperoleh Bahlil, apakah terkait dengan kinerja dalam menjaga ketahanan energi nasional.

"Temuan survei juga mencerminkan dinamika opini publik yang terus berkembang. Persepsi masyarakat terhadap pemerintah, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden, serta pilihan politik terhadap partai dan tokoh nasional menjadi bagian dari potret yang disajikan dalam survei IPO periode ini," ujar Dedi dalam keterangannya, Senin, 10 Agustus 2026.


Dia menegaskan, hasil surveinya tersebut secara tidak langsung menunjukkan penilaian publik terhadap kinerja para menteri memiliki keterkaitan antara tingkat popularitas masing-masing figur dengan hasil kinerjanya di kementerian yang dipimpin masing-masing. 

Menurutnya, kedua indikator tersebut turut membuat Bahlil menjadi salah satu sosok yang cukup menonjol di jajaran kabinet, yaitu di posisi ketiga dengan tingkat kepuasan publik 32,0 persen. Sementara posisi pertama ditempati Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang meraih 42,8 persen, dan kedua Sekretaris Negara Teddy Indra Wijaya dengan 33,5 persen.

" Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketiga,“ sambungnya mengurai.

Selain memperoleh penilaian positif terhadap kinerja, Bahlil juga menempati posisi ketiga dalam tingkat popularitas menteri. Sebanyak 32,8 persen responden mengaku mengetahui atau mengenal nama Bahlil.

Angka tersebut hanya berada di bawah Purbaya Yudhi Sadewa dengan posisi pertama yang mencatat tingkat popularitas sebesar 43,5 persen dan Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua dengan 41,0 persen.

Popularitas Bahlil juga tercatat lebih tinggi dibandingkan sejumlah figur lainnya, seperti Agus Harimurti Yudhoyono 30,4 persen, dan Zulkifli Hasan yang berada di angka 26,1 persen.

Selain mencatat kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM, survei IPO juga menunjukkan Partai Golkar yang dipimpinnya juga berada di kelompok tiga besar partai dengan elektabilitas tertinggi. 

"Golkar meraih elektabilitas 10,4 persen, menempati posisi ketiga setelah Partai Gerindra dengan 17,5 persen dan PDI Perjuangan 12,8 persen. Golkar berada di atas Partai Demokrat yang memperoleh 8,1 persen, PKB 7 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen," paparnya.

"Dengan demikian, survei IPO mencatat dua capaian sekaligus yang berkaitan dengan Bahlil Lahadalia. Pada level pemerintahan, Bahlil menempati posisi tiga besar menteri yang dianggap bekerja dengan baik. Sementara pada level politik, Golkar yang dipimpinnya juga bertahan sebagai tiga besar partai dengan elektabilitas tertinggi," tambah Dedi.

Namun, survei IPO juga memotret persepsi masyarakat terhadap menteri yang dinilai memiliki kinerja kurang baik, yakni Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berada di urutan teratas dengan angka 51,8 persen. Posisi berikutnya ditempati Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dengan 48,5 persen. Sementara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tercatat sebesar 4,5 persen.

Menurut Dedi, persepsi masyarakat terhadap pemerintah maupun para menteri tidak bersifat permanen. Penilaian tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sosial-politik serta kebijakan yang dijalankan pemerintah. 

“Jadi, memang kondisi masyarakat saya kira selalu dinamis dalam memberikan penilaian,” demikian Dedi menutup.

Survei nasional IPO tersebut digelar pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Pemilihan responden dilakukan menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS). Survei tersebut memiliki margin of error sebesar 2,9 persen dengan tingkat akurasi 95 persen.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya