Berita

Caketum PBNU KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam dan Gus Kikin. (Foto: Istimewa)

Politik

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

MINGGU, 09 AGUSTUS 2026 | 07:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, semakin dekat. Puluhan ribu warga NU dari berbagai daerah diperkirakan akan hadir dalam gelaran lima tahunan tersebut.

Selain mengikuti rangkaian Muktamar, kedatangan warga NU ke Jombang juga menjadi momentum untuk berziarah ke makam para muassis NU, khususnya KH Abdul Wahab Chasbullah di kawasan Tambakberas.

Seiring persiapan panitia lokal menyambut para ulama, kiai, pengasuh pesantren, kader, dan nahdliyin, persaingan menuju kursi Ketua Umum PBNU juga mulai menghangat. Sejumlah kandidat telah mendeklarasikan diri, melakukan konsolidasi dukungan, dan menyatakan kesiapan untuk berkompetisi memperebutkan kepercayaan para muktamirin.


“Saya menyambut baik deklarasi para kandidat caketum PBNU, termasuk yang dari Jawa Timur, Gus Kikin. Kita berlomba kecakapan secara sehat untuk mendapatkan kepercayaan peserta muktamar, baik dari PWNU, PCNU maupun PCI NU,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam yang juga maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, Minggu, 9 Agustus 2026.

Menurutnya, restu dan doa para sesepuh NU serta pesantren menjadi hal yang paling penting. Sebab, mereka dinilai sebagai ruh sekaligus penjaga jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang memiliki sanad ideologis dan keilmuan serta keteladanan dari para muassis dan pendahulu NU.

Gus Salam menyatakan diri sebagai kandidat Ketua Umum PBNU atas dorongan para guru dan kiai yang merupakan sesepuh NU dan pesantren.

“Dalam muktamar nanti harus fair, terbuka dan kader-kader terbaik NU berpeluang sama untuk dipilih. Karena, start abad kedua NU harus dengan landasan mekanisme yang baik dan jauh dari intervensi pihak diluar NU yang membahayakan masa depan dan kepribadian jam’iyyah,” tambahnya. 

Selanjutnya Pengasuh PP Tabassam Al-Falah, Ploso, Kediri, KH M. Makmun Mahfudz (Gus Makmun), mengatakan para masyayikh berharap Gus Salam dapat membawa NU lebih tenteram dan terhindar dari konflik internal.

“Dibalik perintah masyayikh itu kan ada harapan kepada Gus Salam, supaya NU ke depan, terutama PBNU lebih tentrem, ayem dan marem,” ujar Gus Makmun.

Menurutnya, Gus Salam juga membawa misi rekonsiliasi internal NU, memperkuat budaya khidmah pesantren, dan mendorong kemajuan NU di daerah. Pengalaman Gus Salam dinilai selama berkhidmah di PWNU Jawa Timur menjadi modal penting, terutama dalam kaderisasi, pengembangan ekonomi syariah, serta penguatan layanan kesehatan NU.

Hal senada disampaikan Pengasuh PP Sidogiri Pasuruan, KH Mas Cholil Nawawi. Ia menyebut Gus Salam memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman berkhidmah. Muktamar ke-35 NU di Jombang diharap menjadi arena kompetisi sehat dan mengembalikan NU pada semangat perjuangan para muassisnya.


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya