Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Global

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 10:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) melaporkan bahwa Indeks Harga Pangan dunia pada Juli 2026 melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, tepatnya sejak Januari 2023. Indeks mencatatkan rata-rata 131,1 poin, naik dari posisi 130,3 poin pada Juni.

Angka ini melampaui rekor tiga tahunan pada April lalu, meski masih 18,2 persen di bawah puncak tertinggi sepanjang masa pada Maret 2022.

Kombinasi cuaca ekstrem akibat El Nino dan eskalasi perang di Iran serta Ukraina menjadi penyebab utama badai inflasi pangan baru ini, yang memicu anjloknya hasil panen dan melonjaknya biaya produksi.


Sektor serealia menjadi pendorong utama dengan kenaikan 3,4 persen secara bulanan. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya harga gandum sebesar 5,8 persen akibat gelombang panas yang merusak tanaman di kawasan produsen utama serta ancaman gangguan jalur ekspor Laut Hitam.

Indeks minyak nabati menguat 2 persen ke posisi tertinggi sejak Juni 2022. Kenaikan harga minyak mentah dan tingginya permintaan biodiesel mendongkrak harga minyak sawit serta kedelai, kendati minyak bunga matahari dan rapeseed justru melorot. Sementara itu, komoditas gula melonjak 5,6 persen dipicu gangguan cuaca di Eropa dan Asia serta tingginya proyeksi kebutuhan etanol di Brasil.

Berbanding terbalik, indeks harga daging terkoreksi 2,8 persen dari rekor tertingginya pada Juni. Penurunan terjadi pada daging ayam, babi, dan sapi, walaupun harga daging domba sempat menembus rekor akibat ketatnya pasokan ekspor dari Oseania. Adapun sektor produk olahan susu (dairy) mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,7 persen.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya