Berita

Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS) Selamat Ginting. (Foto: Istimewa)

Politik

Pergantian Panglima TNI Kental Politik Simbolik

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 04:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dari perspektif politik, pergantian Panglima TNI memiliki dimensi simbolik. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perwira yang menduduki jabatan strategis memiliki kedekatan historis dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

Misalnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak sama-sama pernah menjabat Komandan Paspampres. 

Sementara KSAU Marsekal M. Tonny Harjono pernah menjadi Sekretaris Militer Presiden sekaligus ajudan Presiden Jokowi.


"Kedekatan tersebut tentu tidak dapat dijadikan ukuran tunggal kompetensi seseorang. Namun dalam politik demokrasi, persepsi publik juga merupakan bagian dari modal legitimasi," kata Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS) Selamat Ginting, dikutip Sabtu 8 Agustus 2026.

Ginting menilai, Presiden Prabowo Subianto tentunya memiliki kepentingan untuk menunjukkan bahwa promosi jabatan strategis di lingkungan TNI didasarkan pada profesionalisme, kebutuhan organisasi, dan kepentingan nasional, bukan sekadar kesinambungan jaringan kekuasaan masa lalu. 

"Dalam konteks itu, KSAL Laksamana Muhammad Ali menawarkan alternatif yang relatif netral secara politik sekaligus kuat secara profesional," kata Ginting.

Sementara itu, nama Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita memang sering disebut sebagai kandidat. Namun terdapat kendala normatif yang tidak dapat diabaikan. 

Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang TNI, calon Panglima TNI harus merupakan perwira tinggi bintang empat yang pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan. 

"Tandyo belum pernah menduduki posisi tersebut sehingga belum memenuhi persyaratan formal," pungkas Ginting.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya