Berita

Ketua Fakta Indonesia, Ari Subagio Wibowo. (Foto: RMOL)

Nusantara

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 00:13 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Forum Warga Kota (Fakta) Indonesia bersama para penggugat dan warga Kampung Sehat mendesak pemerintah segera menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). 

?Mereka memberikan batas waktu 15 hari kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut, sebelum membawa perkara ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Hal itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Direktorat Jenderal Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat 7 Agustus 2026. 


Ketua Fakta Indonesia, Ari Subagio Wibowo mengatakan, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk merampungkan proses penerbitan PP Cukai MBDK.

"Kami menunggu 15 hari ini. Kalau dalam 15 hari tidak ada tindak lanjut, kami akan memasukkan gugatan ke PTUN Jakarta dan akan dikawal teman-teman Kampung Sehat di masing-masing wilayah," kata Ari  kepada wartawan.

Menurut Ari, pemerintah sudah terlalu lama menunda kebijakan tersebut. Ia menilai janji penerbitan PP Cukai MBDK yang telah bergulir selama bertahun-tahun belum juga terealisasi.

"Kalau 15 hari ini Menteri Purbaya Yudhi Sadewa tidak sanggup mempersiapkan pengesahan PP Cukai MBDK, kami tidak ada tawar-menawar lagi karena sudah bosan dijanjikan," kata Ari.

Aksi tersebut diikuti perwakilan warga dari berbagai wilayah, seperti Cililitan, Halim, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. 

"MBDK sekarang sudah masuk ke lini-lini kampung. Kami ingin membangun penyadaran masyarakat agar konsumsi minuman manis bisa dikendalikan," pungkas Ari.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 47,5 persen penduduk Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari. 

Sementara itu, data International Diabetes Federation (IDF) 2024 mencatat Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita diabetes dewasa terbesar kelima di dunia, mencapai 20,4 juta jiwa.

Selain itu, prevalensi obesitas di Indonesia meningkat dari 10,3 persen pada 2007 menjadi 23,4 persen pada 2023. 

Fakta juga mengutip data Kementerian Kesehatan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode Februari 2025 hingga Februari 2026 yang menunjukkan 8.103.900 siswa kelas VII SMP hingga kelas XII SMA yang diperiksa mengalami gigi berlubang.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya