Berita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Foto: RMOL/Abdul Rouf)

Politik

Keracunan MBG Berulang, Kepala Dapur Langsung Dipecat

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 21:26 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan kebijakan zero toleransi terhadap kasus keracunan, dengan ancaman pemecatan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau kepala dapur yang terbukti berulang kali menyebabkan insiden keracunan makanan.

“Setiap ada keracunan pasti dapurnya kami suspend, kami kirim tim untuk investigasi, sampelnya kami periksa bersama dinas kesehatan, kemudian kepala dapurnya kami copot untuk evaluasi,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Agustus 2026. 

Ia menegaskan, apabila kepala dapur yang telah dikenai sanksi kembali terlibat dalam kasus keracunan, maka BGN tidak akan ragu mengusulkan pemberhentian sebagai aparatur pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).


“Kalau misalnya ada SPPI atau kepala dapur yang dinonaktifkan atau dicopot karena kasus keracunan dan berulang, atau sebelumnya pernah, maka itu menjadi kondisi yang sangat buruk untuk kami usulkan dilakukan pemecatan dari statusnya sebagai P3K di Badan Gizi Nasional,” ujarnya.

Menurut Sudaryono, pemberian sanksi saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan. Karena itu, BGN juga tengah membenahi tata kelola penyelenggaraan MBG dengan melibatkan berbagai ahli, mulai dari pakar gizi, keamanan pangan, hingga praktisi katering.

Selain memperkuat pengawasan, BGN juga akan memperketat prosedur operasional di dapur MBG, mulai dari standar pengolahan makanan, waktu memasak, distribusi, hingga penggunaan sistem digital untuk memantau setiap tahapan penyajian makanan.

Sudaryono mengakui dalam dua pekan terakhir masih terjadi sejumlah kasus keracunan di beberapa daerah, termasuk di Semarang dan Jayapura. 

Seluruh kasus tersebut, kata dia, menjadi bahan evaluasi agar insiden serupa tidak kembali terulang.

“Kami mohon maaf kepada para korban dan keluarga korban. Kami akan terus memperbaiki tata kelola agar kasus keracunan ini benar-benar bisa kami nolkan,” pungkas Sudaryono.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya