Berita

Forum Komunikasi Kontraktor Pembangunan Sarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun Anggaran 2025 saat menggelar konferensi pers soal mandeknya pembayaran dan pembangunan SPPG di berbagai wilayah Indonesia (Dokumen Istimewa)

Politik

Kontraktor Minta Pemerintah Beri Kepastian Administrasi dan Pembayaran Proyek Pembangunan SPPG

JUMAT, 07 AGUSTUS 2026 | 08:08 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Forum Komunikasi Kontraktor Pembangunan Sarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun Anggaran 2025 meminta pemerintah segera menyelesaikan proses administrasi dan pembayaran atas pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Forum menyatakan para kontraktor merupakan mitra pemerintah yang sejak awal mendukung pembangunan Sarana SPPG untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. Namun, hingga kini sejumlah penyedia jasa konstruksi masih menghadapi ketidakpastian terkait penyelesaian administrasi dan pembayaran proyek yang telah selesai dikerjakan.

"Yang kami harapkan kepastian administrasi dan kepastian pembayaran atas pekerjaan yang telah kami laksanakan," kata Ketua Forum Komunikasi Kontraktor Pembangunan Sarana SPPG BGN APBN Tahun Anggaran 2025, Arifin Nababan, dalam keterangan resmi, Kamis, 6 Agustus 2026.


Arifin menjelaskan, pembangunan Sarana SPPG APBN Tahun Anggaran 2025 dilaksanakan melalui mekanisme e-Katalog atau mini kompetisi. Hingga akhir Maret 2026, tercatat sebanyak 315 titik pembangunan telah berjalan. Dari jumlah tersebut, 66 titik telah mencapai progres 100 persen, sedangkan 249 titik masih dalam tahap penyelesaian sesuai kontrak.

Berdasarkan data forum, persoalan tersebut melibatkan 74 perusahaan kontraktor yang mengerjakan pembangunan Sarana SPPG di sekitar 22 provinsi. Nilai pembayaran yang hingga kini belum terselesaikan diperkirakan mencapai sekitar Rp800 miliar.

Selain persoalan pembayaran, forum juga mencatat sejumlah bangunan yang telah selesai dibangun belum dapat diserahterimakan karena proses administrasi dari pihak pengguna belum rampung.

"Selama proses serah terima belum dilakukan, kami tetap harus menjaga aset tersebut, membayar keamanan, pemeliharaan, utilitas, dan berbagai kebutuhan operasional lainnya," ujar Arifin.

Menurut forum, keterlambatan penyelesaian administrasi dan pembayaran turut berdampak pada keberlangsungan usaha berbagai pihak, mulai dari kontraktor, vendor jasa, pelaku UMKM, subkontraktor, hingga lembaga pembiayaan.

Arifin menambahkan, forum telah enam kali mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Kepala Badan Gizi Nasional untuk memperoleh kejelasan, namun hingga kini belum menerima tanggapan.

"Kami ingin memastikan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Sarana SPPG dapat berjalan dengan baik. Yang kami harapkan adalah kepastian administrasi, kepastian pembayaran, dan ruang dialog yang terbuka agar seluruh persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama," ujarnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya