Berita

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Josephine Simanjuntak (Foto: Istimewa)

Politik

Laba Food Station Belum Capai Target, DPRD DKI Tekankan Pentingnya Inovasi Bisnis

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 14:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kinerja keuangan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) menjadi sorotan DPRD DKI Jakarta setelah realisasi laba bersih tahun anggaran 2026 masih jauh di bawah target yang ditetapkan. 

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perlunya evaluasi terhadap perencanaan bisnis sekaligus penguatan sumber pendapatan komersial agar perusahaan tidak terus bergantung pada program subsidi pemerintah.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Josephine Simanjuntak, mengungkapkan target laba bersih Food Station pada 2026 sebesar Rp30,150 miliar baru terealisasi Rp2,813 miliar hingga pertengahan tahun. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan target yang disusun kurang realistis.


"Minus 21 persen di 2026, dari yang ditetapkan sebesar Rp30,150 miliar baru tercapai Rp2,813 (red - miliar). Sangat jauh dari target. Akan tetapi, rancangan untuk 2027 justru ditetapkan sebesar Rp8,159 miliar," ujar Josephine dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026. 

Legislator dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mempertanyakan dasar penyusunan target laba tahun 2027 di tengah realisasi kinerja 2026 yang masih tertinggal jauh. Menurutnya, target baru tersebut perlu didukung proyeksi bisnis yang lebih terukur agar dapat direalisasikan.

"Apakah target ini sudah disusun secara realistis? Bagaimana upaya Food Station untuk mencapai target tersebut di saat target 2026 saja sangat sulit direalisasikan?" tegasnya.

Selain menyoroti capaian laba, Josephine juga mengkritik struktur pendapatan Food Station yang masih ditopang oleh margin Public Service Obligation (PSO) melalui program penyaluran pangan bersubsidi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia menegaskan bahwa penyaluran subsidi pangan merupakan bagian dari tugas pelayanan publik yang harus dijalankan BUMD. Namun, sebagai perusahaan daerah, Food Station juga dituntut mampu mengembangkan kegiatan usaha yang menghasilkan laba secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kontribusi dividen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Mengapa Food Station masih mengandalkan laba bersih dari PSO yang disokong subsidi pangan? Pemberian subsidi pangan memang kewajiban, tetapi BUMD tetap harus berinovasi dalam meningkatkan laba bersih dan dividen untuk PAD," kata Josephine.

Sebagai upaya memperkuat kinerja bisnis, DPRD DKI Jakarta mendorong Food Station memperluas pasar komersial melalui diversifikasi produk dan penguatan jaringan pemasaran langsung kepada konsumen. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pendapatan yang berasal dari penugasan pemerintah.

Salah satu potensi pasar yang dinilai dapat dikembangkan adalah kawasan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) milik BUMD maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Diusulkan adanya diversifikasi produk dan penempatan manajer penjualan produk di tempat-tempat hunian seperti rusun milik BUMD," pungkasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya