Berita

Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (Foto: RMOL)

Hukum

KPK Kembali Panggil Kakak Kandung Harry Tanoesoedibjo di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos

KAMIS, 06 AGUSTUS 2026 | 11:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) alias Rudy Tanoe, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kementerian Sosial (Kemensos).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pada Kamis 6 Agustus 2026, tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Rudy Tanoe yang berstatus sebagai Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik (DRL) sekaligus Direktur Utama PT Dosni Roha (DNR).

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK. Saksi belum hadir," kata Budi kepada wartawan, Kamis 6 Agustus 2026. 


Sebelumnya, kakak kandung Bos MNC Group Harry Tanoesoedibjo ini tercatat dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik, yakni pada 14 Agustus 2025 dan 28 November 2025.

Di sisi lain, upaya hukum yang ditempuh Rudy Tanoe melalui praperadilan juga kandas. Pada 15 Desember 2025, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan keduanya.

Selanjutnya, pada 12 Februari 2026, KPK memperpanjang masa pencegahan ke luar negeri terhadap Rudy Tanoe bersama dua tersangka lainnya hingga 12 Agustus 2026.

Dua tersangka tersebut adalah Kanisius Jerry Tengker, Direktur Utama PT Dosni Roha Logistik periode 2018–2022, serta Edi Suharto, mantan Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos.

KPK sebelumnya mengumumkan telah menetapkan tiga orang dan dua korporasi sebagai tersangka dalam perkara ini pada 19 Agustus 2025. Kasus tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp200 miliar. Meski demikian, saat pengumuman itu KPK belum mengungkap identitas para tersangka.

Belakangan, identitas dua tersangka terungkap melalui pernyataan masing-masing. Rudy Tanoe diketahui berstatus tersangka setelah mengajukan praperadilan sebanyak dua kali yang seluruhnya ditolak pengadilan. Sementara itu, status tersangka Edi Suharto terungkap melalui konferensi pers yang diselenggarakannya sendiri.

Adapun tersangka perorangan lainnya adalah Kanisius Jerry Tengker. Sementara dua tersangka korporasi dalam perkara ini adalah PT Dosni Roha Indonesia Tbk dan PT DNR Logistics.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya