Berita

Partai Golkar. (Foto:RMOL)

Politik

Golkar Akan Selalu Jadi Bagian Pemerintahan Siapa pun Penguasanya

RABU, 05 AGUSTUS 2026 | 16:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penegasan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bahwa partainya tidak akan menjadi oposisi dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai sejalan dengan karakter politik Golkar yang sejak lama memilih berada di lingkaran pemerintahan.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai, meski kandidat yang didukung Golkar kalah dalam Pilpres, partai berlambang pohon beringin itu memiliki kecenderungan untuk tetap berkongsi dengan pemerintah dan menjadi bagian dari kekuasaan.

"Kalau melihat filosofi politik Partai Golkar ada yang disebut karya kekaryaan. Itu diterjemahkan oleh Partai Golkar bahwa dalam politik, Golkar harus berkontribusi," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 5 Agustus 2026.


Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, semangat karya kekaryaan membuat Golkar selalu berupaya mengambil peran dalam pemerintahan siapa pun yang memenangkan kontestasi politik nasional.

"Jadi siapa pun yang menjadi penguasa, sekalipun Golkar kalah di Pilpres, sebisa mungkin Golkar ikut berkontribusi dan menjadi bagian penting dalam kekuasaan pemerintah," ujarnya.

Kontribusi tersebut, lanjut Adi, salah satunya diwujudkan melalui pembentukan koalisi sehingga kader-kader Golkar dapat terlibat dalam pemerintahan, termasuk mengisi jabatan menteri maupun posisi strategis lainnya.

Di sisi lain, sebagai salah satu partai besar, Golkar juga memiliki daya tarik politik yang tinggi sehingga hampir selalu dirangkul oleh pemerintahan yang berkuasa untuk memperkuat dukungan politik terhadap berbagai kebijakan.

"Pada saat yang bersamaan, posisinya sebagai partai besar selalu menarik dan selalu seksi untuk dirangkul oleh penguasa dan pemenang. Tujuannya untuk memberikan dukungan politik terhadap kebijakan pemerintah," jelasnya.

Adi menilai fenomena tersebut tidak hanya terjadi pada Golkar. Menurutnya, dalam praktik politik Indonesia, menjadi oposisi belum menjadi pilihan yang populer bagi partai-partai politik.

Ia menilai partai yang berada di luar pemerintahan cenderung menghadapi keterbatasan dalam mengakses sumber daya politik maupun ekonomi yang dibutuhkan untuk menjaga konsolidasi organisasi dan merawat basis konstituen.

"Di negara kita ada kecenderungan, rata-rata menjadi oposisi itu tidak populer. Oposisi berjalan di tempat yang sunyi, tidak punya akses terhadap sumber daya kekuasaan dan ekonomi politik yang bisa dikapitalisasi untuk merawat konstituen maupun kepentingan politik di masa mendatang," katanya.

Karena itu, Adi memandang kecenderungan partai-partai yang kalah dalam pemilu untuk bergabung dengan pemerintahan merupakan realitas politik yang terus berulang di Indonesia.

"Saya kira bukan hanya Golkar. Banyak partai politik yang ketika kalah pemilu pada akhirnya memilih menjadi bagian dari kekuasaan. Itulah realitas politik kita. Menjadi oposisi sangat rumit dan sangat sulit, terutama karena terbatasnya akses terhadap sumber daya ekonomi politik," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya