Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Nusantara

Pramono Bakal Tertibkan Pagar Tinggi Mal

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 13:07 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Keberadaan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta bakal ditertibkan. Meski tidak melanggar aturan secara spesifik, pagar yang dinilai berlebihan dianggap mengganggu kenyamanan publik sekaligus menciptakan kesan bahwa Ibu Kota sedang tidak aman.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemerintah Provinsi DKI akan segera berkoordinasi untuk menata keberadaan pagar-pagar tersebut. Menurutnya, Jakarta saat ini seharusnya mampu memberikan rasa aman tanpa harus dipenuhi pagar tinggi di kawasan pusat bisnis maupun pusat perbelanjaan.

"Saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu. Sebab, jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja," ujar Pramono di Jakarta, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026. 


Pramono mengakui hingga kini belum ada aturan yang secara khusus melarang pusat perbelanjaan membangun pagar. Namun, menurutnya, pemasangan pagar yang berlebihan tetap perlu dievaluasi karena berdampak pada wajah kota.

"Untuk larangan itu terus terang memang tidak secara spesifik, tetapi dengan membuat pagar yang berlebihan, itu mengganggu kenyamanan. Jakarta yang sekarang ini menurut saya harusnya bisa lebih baik," katanya.

Karena itu, Pemprov DKI akan meminta pengelola mal membongkar pagar yang dianggap tidak perlu. Langkah tersebut juga akan dibarengi koordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan situasi Jakarta tetap kondusif bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

"Saya tetap berkeinginan apa pun Jakarta itu aman, nyaman, dan juga bagi para pelaku bisnis, termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya, tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan," tegasnya.

Sebagai gantinya, Pramono mendorong pengelola pusat perbelanjaan memperbanyak ruang hijau dan membuka keterhubungan antarkawasan.

"Yang penting pohonnya yang banyak, lebih hijau. Antara satu dan sebelah, bersebelahan itu juga mungkin lebih baik dibuka," ujarnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya