Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya dalam sosialisasi "Kewirausahaan dan Literasi Keuangan" bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. di Hotel Duta Berlian, Dramaga, Kabupaten Bogor. (istimewa)

Bisnis

Omzet Besar Belum Tentu Untung, UMKM Harus Tertib Kelola Keuangan

MINGGU, 02 AGUSTUS 2026 | 11:18 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Besarnya omzet bukan jaminan sebuah usaha menghasilkan keuntungan. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berisiko kesulitan mengembangkan bisnis meski penjualannya terus meningkat.

Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya, salah satu persoalan yang masih banyak ditemukan di kalangan UMKM adalah kebiasaan mencampurkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Akibatnya, pelaku usaha tidak mengetahui kondisi bisnisnya secara akurat.

"Omzet besar belum tentu berarti untung. Karena itu, setiap pemasukan dan pengeluaran harus dicatat, uang usaha dipisahkan dari uang pribadi, serta penggunaan kredit harus benar-benar diarahkan untuk kegiatan yang produktif," katanya di Bogor, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026. 


Ia menilai disiplin dalam mengelola keuangan merupakan fondasi penting agar usaha dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Karena itu, pelaku usaha harus membangun bisnis dengan tata kelola yang benar sejak awal.

"Usaha tidak harus langsung besar, tetapi sejak awal harus dibangun dengan cara yang benar. Pelaku usaha harus mengetahui siapa konsumennya, memahami kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, dan mempertahankan kepercayaan pelanggan," ujarnya.

Asep juga mengingatkan bahwa literasi keuangan tidak kalah penting dibanding kemampuan memasarkan produk. Dengan pencatatan keuangan yang tertib, pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi usahanya sekaligus mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti sekitar 100 pelaku UMKM di Kabupaten Bogor itu digelar untuk memperkuat pemahaman mengenai kewirausahaan dan literasi keuangan. Selain membahas pentingnya pencatatan keuangan, peserta juga memperoleh edukasi tentang pengelolaan usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya