Berita

Potongan gambar dalam video viral tentang penggerebekan petugas di rumah dinas kepala lembaga pemasyarakatan (Rumdin Kalapas) Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) (Foto: Dok Istimewa)

Hukum

Ditjenpas Buka Suara soal Video Viral Penggerebekan Rumdin Kalapas Waingapu

SABTU, 01 AGUSTUS 2026 | 11:46 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) memastikan video viral penggerebekan rumah dinas kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan video lama.

Juru Bicara Ditjenpas Rika Aprianti mengatakan, video tersebut direkam pada November 2024.

"Video lama yang terjadi pada November 2024," kata Rika dalam keterangan resmi, Sabtu, 1 Agustus 2026.


Rika menjelaskan, RB yang saat itu menjabat sebagai Kalapas Waingapu langsung dicopot dari jabatannya dan dikenai sanksi administratif.

RB yang sebelumnya berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Provinsi Jambi kini diberhentikan sementara. Keputusan tersebut diambil karena RB sedang menjalani proses hukum dan telah ditahan oleh Polda Jambi.

"Dia (RB) diduga terlibat peredaran narkoba, sudah diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Rika.

Dalam video berdurasi 2 menit 49 detik tersebut, penggerebekan bermula ketika sejumlah pria mendatangi rumah dinas Kalapas Waingapu.

Seorang petugas lapas kemudian terlihat meminta rekannya mengetuk salah satu pintu kamar berulang kali. Tindakan itu dilakukan setelah terdengar suara musik dengan volume keras dari dalam kamar.

Setelah beberapa kali diketuk, seorang perempuan akhirnya membuka pintu. Perempuan tersebut diketahui tidak memiliki hubungan darah dengan RB.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya