Berita

Ilustrasi. (Foto: Tribratanews)

Presisi

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

JUMAT, 31 JULI 2026 | 23:52 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Oknum pendeta berinisial GS dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual pada tanggal 19 Mei 2026. Pendeta GS diduga melancarkan aksinya di wilayah Tebet, Jakarta Selatan dan Bekasi Kota. 

Kejadian yang dilaporkan korban terjadi pada tanggal 8 Oktober 2014 dan sekitar tahun 2010 hingga 2016. 

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/3576/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya pun langsung dengan sigap menerbitkan surat perintah penyelidikan seminggu setelah menerima laporan korban. Surat perintah lidik itu terdaftar dengan nomor SP. Lidik/665/V/RES.1.24/2026/Ditres PPA dan PPO tertanggal 25 Mei 2026. 


Pasca-surat perintah lidik diterbitkan, Polda Metro melalui Unit 4 Subdit 1 Direktorat Reserse PPA dan PPO memanggil Pendeta GS yang dijadwalkan pada Kamis, 4 Juni 2026. 

Namun belum diketahui apakah Pendeta GS memenuhi panggilan tersebut atau menunda kehadirannya. Pihak media pun telah menghubungi Kanit PPA dan PPO  Polda Metro Jaya, AKP Rina Shanty DN untuk menanyakan kehadiran Pendeta GS dalam panggilan tersebut. 

Akan tetapi, AKP Rina Shanty DN meminta supaya menghubungi pihak Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya. 

Pihak Humas melalui Kabid Humas Kombes Budi Hermanto meminta supaya memberi waktu untuk menyelidiki kasus tersebut. 

"Mohon waktunya ya," kata Budi dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Sebelumnya pada Sabtu, 25 Juli Pendeta GS telah dihubungi melalui nomor whatsappnya, namun yang bersangkutan tidak merespons. 

Dalam kasus ini, Pendeta GS dilaporkan ke Polda Metro Jaya diduga melanggar Pasal 473 dan atau Pasal 414 huruf B dan atau Pasal 417 Jo Pasal 126 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) No. 1 Tahun 2023.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya