Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Dunia

Prabowo Prediksi Perang Ukraina akan Lebih Lama dari Perang Dunia I dan II

JUMAT, 31 JULI 2026 | 18:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan dunia usaha agar mewaspadai dinamika geopolitik global yang kian memanas. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat bersama ratusan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurut Prabowo, sejumlah konflik bersenjata di berbagai kawasan berpotensi berlangsung panjang dan membawa dampak luas terhadap perekonomian dunia.


“Di mana-mana saya sudah warning, hati-hati. Situasi dunia, situasi geopolitik, sudah sangat-sangat rawan. Di mana-mana terjadi perang dahsyat. Di Benua Eropa terjadi perang besar,” kata Prabowo.

Presiden kemudian menyoroti perang di Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022. Menurutnya, konflik tersebut berpotensi memiliki durasi lebih panjang dibandingkan Perang Dunia I maupun Perang Dunia II.

“Perang besar ini di Ukraina. Ini sudah lebih lama dari Perang Dunia Pertama, mungkin akan lebih lama dari Perang Dunia Kedua. Mulai September 1939, habis itu 1940, 1941, 1942, 1943, habis itu pertengahan Mei 1945. Jadi lima tahun atau empat tahun setengah,” ujar Prabowo.

“Perang Ukraina mulai tahun 2022. Tahun 2022, 2023, 2024, 2025, sudah masuk 2026. Mungkin Perang Ukraina lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga. Jutaan sudah korban. Dan kita baru mengerti, perang di satu bagian bumi itu pengaruhnya ke mana-mana, kepada harga BBM dan sebagainya,” sambungnya.

Selain konflik Eropa Timur, Prabowo juga mengingatkan eskalasi ketegangan di Timur Tengah, mulai dari Gaza, Lebanon, hingga kawasan Teluk dan Selat Hormuz. 

Presiden menegaskan ancaman konflik yang lebih besar, termasuk perang nuklir, tidak boleh diabaikan.

Lebih lanjut, Prabowo memastikan Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif dengan tidak masuk dalam blok atau pakta militer mana pun dan menjaga hubungan baik dengan semua pihak.

“Saya juga sudah kumandangkan dari awal saya dilantik, bahwa politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangga yang baik. The good neighborhood. Our policy is the policy we want to be a good neighbors," tegas Prabowo.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya