Berita

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Deddy Sitorus. (Arsip RMOL/Faisal Aristama)

Politik

KWP Minta Deddy Sitorus Minta Maaf, Siapkan Laporan ke MKD

KAMIS, 30 JULI 2026 | 13:32 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) berencana melaporkan anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). 

Langkah tersebut diambil menyusul dugaan pernyataan Deddy yang dinilai merendahkan profesi wartawan saat peliputan di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis 30 Juli 2026. 

Rencana pelaporan itu merupakan respons atas ucapan Deddy yang menyebut "wartawan kayak sirkus" atau "gerombolan sirkus" ketika sejumlah jurnalis meliput kedatangan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di depan ruang rapat Komisi II DPR RI.


Dalam pernyataan sikap resminya, KWP menilai ucapan tersebut menghina dan merendahkan martabat wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik, sekaligus mencederai hubungan antara DPR RI dan insan pers.

"Kami akan melaporkan secara resmi peristiwa ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," demikian pernyataan resmi KWP.

Selain melaporkan ke MKD, KWP juga meminta Deddy menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka dalam waktu 1x24 jam.

"Kami meminta klarifikasi dan permintaan maaf terbuka 1 x 24 jam dari terlapor demi menjaga kehormatan DPR RI dan hubungan baik dengan insan pers," tegas KWP.

KWP juga mengajak seluruh anggota DPR RI menghormati profesi wartawan sebagai mitra strategis dalam menjaga keterbukaan informasi publik. Organisasi tersebut berharap MKD memproses laporan secara serius agar peristiwa serupa tidak terulang dan marwah DPR RI tetap terjaga.

Peristiwa itu terjadi sesaat sebelum rapat Komisi II DPR RI dimulai. Saat itu, Sufmi Dasco Ahmad tiba di ruang rapat dan diikuti sejumlah wartawan yang telah diizinkan masuk untuk mengambil gambar. Setelah proses peliputan selesai, para wartawan diminta keluar dari ruangan. Tak lama kemudian, terdengar ucapan Deddy Sitorus yang menyebut "kayak sirkus" dan "ke atas".

Menanggapi polemik tersebut, Deddy membantah ucapannya ditujukan kepada wartawan. Menurutnya, komentar itu ditujukan kepada tenaga ahli (TA) dan staf yang bergerombol di dalam ruangan meski telah disediakan tempat di balkon.

"Yang saya protes TA dan staf yang bergerombol di dalam padahal sudah disediakan tempat di balkon. Coba anda periksa rekamannya, ada nggak saya sebut wartawan? Jangan memfitnah!" ujar Deddy.

"Sebagai wartawan baiknya lakukan check and re-check dulu sebelum bereaksi," imbuhnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya