Berita

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. (Foto: RMOLJateng)

Hukum

Korupsi Kepala Daerah Sudah Mirip Kanker Ganas

KAMIS, 30 JULI 2026 | 10:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dinilai semakin menegaskan bahwa korupsi di lingkungan pemerintah daerah masih menjadi persoalan serius yang terus berulang

Pengamat politik Adi Prayitno menilai praktik korupsi di Indonesia telah berkembang layaknya penyakit kronis yang menggerogoti berbagai sendi kehidupan bangsa, terutama sektor ekonomi.

"OTT yang menjaring Bupati Pemalang menjadi penegas bahwa persoalan korupsi di negara kita mirip kanker yang cukup ganas dan dalam banyak hal bisa meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan bangsa, khususnya di bidang ekonomi," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 30 Juli 2026.


Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, banyaknya kepala daerah yang telah ditangkap KPK selama ini ternyata belum mampu menimbulkan efek jera. Korupsi tetap berulang dengan pola yang hampir sama.

"Sudah begitu banyak kepala daerah yang ditangkap KPK, tapi kepala daerah ini nyaris tanpa ada ketakutan ataupun kapok untuk melakukan tindakan korupsi," ujarnya.

Adi menjelaskan, motif korupsi yang dilakukan kepala daerah umumnya tidak jauh berbeda, mulai dari praktik jual beli jabatan hingga penyimpangan proyek pemerintah untuk memperoleh keuntungan pribadi.

"Bahkan motifnya enggak jauh-jauh, misalnya jual beli jabatan, soal proyek-proyek yang kemudian kepala daerah dapat fee. Kalau dikaitkan dengan ongkos pilkada yang dianggap mahal untuk balik modal dan seterusnya, itu yang saya sebut semakin memperpanjang persoalan korupsi yang dilakukan kepala daerah di Indonesia," jelasnya.

Ia menilai, penangkapan Bupati Pemalang bukanlah akhir dari persoalan korupsi di daerah. Tanpa pembenahan sistem yang menyeluruh, kasus serupa berpotensi terus bermunculan di masa mendatang.

"Publik meyakini OTT yang dilakukan KPK terhadap Bupati Pemalang ini bukan akhir dari segalanya. Mungkin di masa yang akan datang akan begitu banyak kepala daerah lainnya yang kemudian juga akan berurusan dan ditangkap oleh KPK," katanya.

Menurut Adi, kondisi tersebut menjadi ironi ketika pemerintah sedang berupaya memperbaiki iklim investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain, praktik korupsi yang terus terjadi justru berpotensi menggerus kepercayaan publik maupun investor.

"Ini menjadi ironis, tentu menjadi berita yang sangat menyedihkan di tengah bangsa kita yang terus berbenah supaya iklim investasi kita semakin baik di mata dunia. Tapi persoalan korupsi menjadi sesuatu yang cukup serius," pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya