Berita

Profil Anom Widiyantoro yang Dijerat OTT KPK (Sumber: Laman Resmi Kabupaten Pemalang)

Hukum

Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Dijerat OTT KPK

RABU, 29 JULI 2026 | 19:55 WIB | OLEH: TIFANI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Dalam operasi tersebut, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro turut diamankan bersama sejumlah pihak lain yang diduga berkaitan dengan dugaan korupsi proyek di Kabupaten Pemalang serta jual beli jabatan.

OTT KPK tersebut berlangsung sejak Selasa (28/7/2026) di sejumlah lokasi. Selain mengamankan para pihak, penyidik KPK juga menyita uang tunai lebih dari Rp 2 miliar yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah diselidiki.

Sebelum terjaring OTT, Anom Widiyantoro merupakan Bupati Pemalang terpilih hasil Pilkada 2024. Ia maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Nurkholes sebagai calon wakil bupati.


Anom Widiyantoro Menang Pilkada Pemalang 2024

Anom Widiyantoro merupakan politikus Partai Golkar. Dalam Pilkada Pemalang 2024, ia berpasangan dengan Nurkholes dan mendapatkan dukungan dari sejumlah partai politik.

Pasangan Anom-Nurkholes didukung enam partai, yakni Partai Golkar, Partai Gelora, Partai Perindo, Partai Buruh, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dalam Pilkada Pemalang 2024, pasangan Anom-Nurkholes mendapatkan nomor urut 3. 

Mereka bersaing dengan pasangan nomor urut 1 Vicky Prasetyo-Mochamad Suwendi dan pasangan nomor urut 2 yang merupakan petahana, Mansur Hidayat-Muhammad Bobby Dewantara. Berdasarkan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pemalang, Anom-Nurkholes memperoleh 278.043 suara sah atau 44,51 persen.

Perolehan suara tersebut mengungguli pasangan Mansur-Bobby yang mendapatkan 225.503 suara atau 36,10 persen. Sementara pasangan Vicky-Suwendi memperoleh 121.158 suara atau 19,39 persen.

Profil Anom Widiyantoro

Anom Widiyantoro lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 20 Maret 1970. Sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan, ia menempuh pendidikan hingga jenjang magister.

Pendidikan dasar Anom ditempuh di SD St. Yusuf Cimahi. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Cimahi dan SMA Negeri 4 Bandung.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Anom melanjutkan kuliah di Program Studi S1 Manajemen Universitas Diponegoro, Semarang. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 1996.

Pendidikan Anom kemudian berlanjut ke jenjang magister. Ia mengambil program S2 Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran, Bandung, dan menyelesaikannya pada 2005.

Pernah Berkarier di Sejumlah Perusahaan

Sebelum memasuki dunia politik, Anom Widiyantoro memiliki pengalaman di dunia profesional. Ia pernah menduduki sejumlah posisi di berbagai perusahaan.

Kariernya antara lain dimulai sebagai staf ahli, internal auditor, kepala seksi, hingga manajer keuangan dan personalia. Ia juga pernah menjabat sebagai manajer keuangan dan operasi Departemen Luar Negeri.

Pengalaman profesionalnya berlanjut hingga posisi General Manager PT Wijaya Karya (Wika). Setelah itu, Anom menjabat sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Property (PT Hipa) pada periode 2021-2024.

Di luar karier profesional dan politik, Anom juga tercatat aktif sebagai musisi di Pemalang pada periode 2017-2024. Pada 2019, ia menerima penghargaan SNI Award untuk Merusaka Nusa Dua Hotel yang diberikan oleh Directorship Held on National University of Singapore.

Harta Kekayaan Anom Widiyantoro

Berdasarkan penelusuran terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Rabu (29/7/2026), Anom Widiyantoro terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 26 Maret 2026 untuk periode 2025. Dalam laporan tersebut, Anom tercatat memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp 21.315.743.177 atau sekitar Rp 21,3 miliar.

Kekayaan terbesar Anom berasal dari tanah dan bangunan dengan nilai Rp 12.297.000.000. Aset tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Jakarta Timur, Bandung, Bekasi, Surabaya, Semarang, Gianyar, dan Pemalang.

Selain tanah dan bangunan, harta kekayaan Anom dalam LHKPN terdiri atas alat transportasi dan mesin senilai Rp 1.109.000.000, harta bergerak lainnya Rp 440.000.000, serta surat berharga senilai Rp 902.213.515. Ia juga tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 782.210.410 serta harta lainnya senilai Rp 7.030.774.809.

Dengan demikian, total kekayaan bersih Anom Widiyantoro yang dilaporkan dalam LHKPN periode 2025 mencapai Rp 21,3 miliar. Nama Anom Widiyantoro menjadi perhatian setelah KPK mengamankannya dalam OTT yang berkaitan dengan dugaan korupsi proyek di Kabupaten Pemalang dan dugaan jual beli jabatan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya