Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Saham Tambang Masih Tertekan, ADRO dan ANTM Masuk Top Losers LQ45

SELASA, 28 JULI 2026 | 14:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua saham sektor pertambangan, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), masuk dalam daftar top losers indeks LQ45 pada perdagangan sesi I, Selasa siang, 28 Juli 2026. 

Meski sama-sama bergerak di sektor pertambangan, keduanya mencatat pola perdagangan yang berbeda dari sisi aktivitas transaksi.

Pantauan RMOL dari data Bursa, hingga pukul 13.57 WIB, saham ADRO diperdagangkan di level Rp2.520 per saham. Emiten yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, energi, dan investasi tersebut bergerak di kisaran Rp2.480 hingga Rp2.520 sepanjang sesi perdagangan.


ADRO mencatat volume transaksi sebanyak 9,09 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp22,66 miliar yang terjadi dalam 5.262 kali transaksi.

Sementara itu, hingga pukul 13.59 WIB, saham ANTM dibuka di level Rp2.950, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp2.970. Sepanjang perdagangan, saham emiten pelat merah yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, pengolahan, dan pemasaran mineral seperti nikel, emas, bauksit, serta logam mulia itu bergerak dalam rentang Rp2.910 hingga Rp2.960.

ANTM mencatat aktivitas perdagangan yang jauh lebih tinggi dibandingkan ADRO. Volume transaksinya mencapai 35,77 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp104,96 miliar, yang terjadi dalam 10.176 kali transaksi.

Jika dibandingkan, volume perdagangan ANTM hampir empat kali lebih besar daripada ADRO. Nilai transaksinya juga mencapai lebih dari empat kali lipat, sementara frekuensi perdagangan hampir dua kali lebih banyak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski sama-sama masuk dalam jajaran top losers LQ45, minat transaksi pelaku pasar terhadap ANTM masih jauh lebih tinggi dibandingkan ADRO pada perdagangan siang ini.

Masuknya ADRO dan ANTM ke dalam daftar top losers LQ45 mencerminkan tekanan yang masih membayangi saham-saham sektor pertambangan pada perdagangan hari ini, meski aktivitas jual beli investor terhadap kedua emiten tersebut menunjukkan karakteristik yang berbeda.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya