Berita

Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Founder Kontra Narasi:

Polri Tangani Kasus Korupsi Perlu Didukung

Kortastipidkor Mendesak Diperkuat
RABU, 22 JULI 2026 | 14:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Seluruh elemen masyarakat diharapkan mendukung langkah Polri dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Bahkan, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Bareskrim Polri diusulkan agar diperkuat.

Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama mengatakan, pengungkapan kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan Kejaksaan Agung (Kejagung), termasuk penyitaan barang bukti uang tunai miliaran rupiah, menunjukkan profesionalisme aparat kepolisian dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

"Saya rasa ini harus diapresiasi dan diberi dukungan penuh," kata Sandri dalam keterangan tertulisnya, Rabu 22 Juli 2026.


Sandri menilai keputusan melimpahkan penanganan perkara dari Kortastipidkor Polri kepada Kejagung merupakan langkah yang tepat agar proses hukum tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Perintah pelimpahan perkara dari Kortastipidkor Polri kepada Kejaksaan adalah tindakan mengembalikan proses hukum kepada jalan yang benar, mencegah kegaduhan dan hiruk pikuk yang tidak dibutuhkan dalam pemberantasan korupsi," kata Sandri.

Menurut Sandri, dukungan terhadap langkah Polri tidak boleh berhenti pada penanganan satu perkara. Ia mengusulkan agar pemerintah memperkuat kelembagaan Kortastipidkor sehingga memiliki kewenangan yang lebih besar dalam pemberantasan korupsi.

Ia menilai sudah saatnya Kortastipidkor ditingkatkan statusnya menjadi Badan Pemberantasan Korupsi Polri.

"Proses upgrading dari Korps menjadi Badan Pemberantasan Korupsi Polri sangat dibutuhkan agar kewenangan lembaga ini lebih kuat secara regulatif dan lebih efektif bertindak dalam pemberantasan korupsi," pungkas Sandri.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya